Lompat ke isi

Etosuksimida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Etosuksimida
Data klinis
Nama dagangZarontin
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682327
Kategori
kehamilan
  • AU: D
    Rute
    pemberian
    by mouth (capsules, solution)
    Kode ATC
    Status hukum
    Status hukum
    Data farmakokinetika
    Bioavailabilitas93%[1]
    Metabolismeliver (CYP3A4, CYP2E1)
    Waktu paruh eliminasi53 hours
    Ekskresikidney (20%)
    Pengenal
    • (RS)-3-Ethyl-3-methyl-pyrrolidine-2,5-dione
    Nomor CAS
    PubChem CID
    IUPHAR/BPS
    DrugBank
    ChemSpider
    UNII
    KEGG
    ChEBI
    ChEMBL
    CompTox Dashboard (EPA)
    ECHA InfoCard100.000.954 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC7H11NO2
    Massa molar141.168 g/mol
    Model 3D (JSmol)
    KiralitasRacemic mixture
    Titik leleh64 hingga 65 °C (147 hingga 149 °F)
    • O=C1NC(=O)CC1(C)CC
    • InChI=1S/C7H11NO2/c1-3-7(2)4-5(9)8-6(7)10/h3-4H2,1-2H3,(H,8,9,10) checkY
    • Key:HAPOVYFOVVWLRS-UHFFFAOYSA-N checkY
      (verify)

    Etosuksimid atau disebut juga zarontin adalah sejenis obat antiepilepsi yang diberikan bagi penderita kejang absen, yaitu sebuah kondisi dimana terjadi aktivitas listrik yang abnormal di otak yang ditandai dengan pasien terlihat mengalami episode bengong selama beberapa detik. Dalam keadaan demikian, pasien tidak bisa diajak bicara, tidak mendengar dan tidak bisa bercakap-cakap dengan orang lain. Selain bengong, gejala kejang absen juga disertai dengan mulut mengecap-ngecap atau menggerak-gerakkan alis. Pada jenis kejang ini, segera setelah serangan kejang berakhir, penderita langsung bisa beraktivitas seperti biasa lagi.[2]

    Etosuksimid sebagai obat utama pencegah kejang absen tersedia dalam bentuk kapsul 250 mg dan sirop 250 mh/5mL.[3]

    Untuk anak usia 3-6 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 250 mg setiap hari. Sementara untuk anak usia 6 tahun ke atas serta orang dewasa, dosis etosuksimid yang dikonsumsi adalah 500 mg setiap hari atau 2 kapsul (250 mg) setiap minum. Penyesuaian dosis perlu dilakukan secara hati-hati, dimulai dengan dosis kecil dan dosis ditingkatkan secara bertahap hingga serangan kejang dapat dikendalikan atau hingga muncul gejala efek samping yang nyata..[4][5]

    Efek samping

    [sunting | sunting sumber]

    Sebagian pasien yang mengonsumsi etosuksimid mungkin akan mengalami beberapa keluhan seperti rasa kantuk, kelelahan, sakit kepala, sakit perut, kram perut, kehilangan selera makan, mual, muntah, penurunan berat badan, diare, pembengkakan lidah, pendarahan tak lazim pada vagina, serta kehilangan keseimbangan atau koordinasi.[6] Etosuksimid juga dapat menyebabkan gangguan darah yang serius. Oleh karena itu, pemeriksaan jumlah darah lengkap kemungkinan direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi darah. Obat ini juga dapat menyebabkan penyakit autoimunas yang disebut lupus. Beberapa efek samping yang mungkin muncul di antaranya termasuk ketidaknyamanan pencernaan, cegukan, mengantuk, lekas marah dan susah tidur.[7]

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]
    1. ↑ Patsalos PN (November 2005). "Properties of antiepileptic drugs in the treatment of idiopathic generalized epilepsies". Epilepsia. 46 Suppl 9 (s9): 140–8. doi:10.1111/j.1528-1167.2005.00326.x. PMID 16302888. S2CID 19462889.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    2. ↑ "Absence Seizure - Klikdokter.com". www.klikdokter.com. Diakses tanggal 2019-12-13.
    3. ↑ "Ethosuximide for preventing seizures | Medicines for Children". www.medicinesforchildren.org.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-13. Diakses tanggal 2019-12-13.
    4. ↑ "Ethosuximide Dosage Guide with Precautions". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-13.
    5. ↑ "4.8.1 Antiepilepsi | PIO Nas". pionas.pom.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-13. Diakses tanggal 2019-12-13.
    6. ↑ "Side Effects of Zarontin (Ethosuximide), Warnings, Uses". RxList (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-13.
    7. ↑ Hermawan), Dt Awan (Andreas. Bagaimana Menyembuhkan Kejang Epilepsi Secara Alami. Andreas Hermawan.