Lompat ke isi

Indra Swara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Indra Swara
Grup Indra Swara di Museum Kebudayaan Nasional 2018
Grup Indra Swara di Museum Kebudayaan Nasional 2018
Informasi latar belakang
AsalMexico City,Mexico
GenreGamelan
Tahun aktif2002–sekarang
Situs webwww.indraswara.com

Indra Swara[1][2][3](Gamelan Indra Swara) adalah grup promotor seni dan budaya Indonesia kepada penutur berbahasa Spanyol di Meksiko, didirikan oleh Fitra Ismu Kusumo[4] pada tahun 2002. Anggotanya terdiri dari pemuda pemudi Meksiko, pecinta seni Asia dan khususnya seni dan kebudayaan Indonesia.[5] Beberapa anggotanya telah memiliki kesempatan untuk belajar langsung di Indonesia melalui program Beasiswa Darmasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia.[6][7]

Asal-usul

[sunting | sunting sumber]
Gamelan grup Indra Swara, Mexico City 2003

Pembentukan Indra Swara dimulai pada musim semi tahun 2002,[8] ketika Fitra Ismu baru saja tiba di Meksiko. Melihat gamelan di KBRI Meksiko yg hanya digunakan sebagai objek dekoratif untuk dipamerkan di KBRI(Kedutaaan Besar Republik Indonesia), bersama dengan eks program Darmasiswa Miguel Piñeda dan Carolina Malgarego, Fitra Ismu memutuskan untuk memanfaatkan gamelan KBRI agar bisa ditabuh dan digunakan sebagaimana mestinya.

Pada musim panas 2002, Ilse Peralta dan Shawn Callahan (orang Amerika), yang juga penerima beasiswa Darmasiswa kembali dari Indonesia. Shawn, Fitra, Miguel, Carolina dan Ilse sudah saling mengenal sejak tahun 2000 saat mereka berada di Indonesia. Ilse Peralta kembali ke Meksiko dengan gagasan untuk membentuk kelompok seni dan budaya Indonesia yang dia namakan "Majapahit",[9] berdasar pada bidang studi program Darmasiswa yang dia ambil yaitu tari Bali; Sementara Fitra Ismu terus mempertahankan konsep gamelan dan memanfaatkan gamelan di KBRI dengan kemudian membentuk grup Indra Swara, dia mengirimkan undangan ke sekolah sekolah musik di Mexico City (Escuela Superior de Música, Escuela Nacional de Música dan Conservatorio Nacional de Música), dan menawarkan siswa siswi mereka untuk belajar bermain gamelan bersama sebagai satu kelompok di KBRI Meksiko. Saat itu, Emilio Esteban, Zianya Nandayapa, Iván Flores Morán, Jorge Vazquez, Olinka Torres, Yarandari Torres dan beberapa muda mudi meksiko lainnya ikut bergabung bermain gamelan. Pada musim panas tahun 2002, kelompok gamelan Indra Swara pun terbentuk di Kedutaan Besar Indonesia di Meksiko.

Perjalanan grup

[sunting | sunting sumber]
Gamelan grup Indra Swara, Museum Nasional Kebudayaan di Mexico

Tujuan utama grup Indra Swara adalah menyediakan ruang untuk memublikasikan dan mempromosikan Indonesia di Meksiko dan sekitarnya. Pada tahun 2005 kelompok tersebut berhasil memiliki gamelan sendiri. Sejak Maret 2003, atas inisiatif dan di bawah pimpinan Fitra Ismu, dia telah berhasil mengumpulkan cukup uang untuk membeli gamelan dan bea pengirimannya dari Surakarta ke Mexico City. Pengiriman gamelan ini dapat terlaksana berkat dukungan administratif Kedutaan Besar Indonesia di Meksiko, menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh korps diplomatik tersebut.

Wayang Kulit berbahasa Spanyol, Grup Indra Swara di Universitas UNAM

Pada bulan Februari 2007 di bawah arahan Emilio Esteban, grup ini berhasil merilis album perdananya,[10] yang dianggap sebagai sebuah prestasi besar. Demikian juga, dimulainya konsep pertunjukan sendra tari[11] yang dipentaskan dengan dukungan Camilo García dan Katherine Ziggler (Kate Asmara), keduanya eks Darmasiswa periode 2004-2008.

Antara musim dingin tahun 2009 dan musim semi tahun 2011, di bawah koordinasi Fitra Ismu, instrumen gamelan Jawa berhasil masuk dan diajarkan di sekolah musik; ini dilakukan di Centro Cultural Ollin Yoliztli, kesempatan ini diberikan oleh salah satu direktur sekolah tersebut, Bpk. Francisco Becerra Maza. Mereka yang menjadi pengajar kelas gamelan tersebut adalah Esteban Gonzales, Huitzilin Sanchez dan Fitra Ismu, meminjam gamelan jawa pelog slendro gaya Surakarta milik Kedutaan Indonesia di Mexico. Namun kemudian program mengajar gamelan di sekolah ini harus dihentikan pada tahun 2011 karena ketiadaan dana sponsor.

Indra Swara mendapat arahan dan pengajaran dari: etnomusikolog Bali Bapak I Nyoman Wenten dan ahli etnomusikologi Jawa Bapak Joko Walujo, keduanya adalah pakar seni Indonesia di Institut Seni California (CALARTS) di Los Angeles, California. Pada tahun 2003, 2005 dan 2014 mereka mengunjungi Meksiko untuk memberi kursus singkat dan melakukann pertunjukan seni di Meksiko. Dalam hal tarian tradisional, Indra swara juga mendapat arahan dari guru Irawati Durban Ardjo, spesialis gaya Sunda (Jawa Barat), yang berkunjung pada tahun 2005, juga dari grup seni Istana Maimun Medan yang berkunjung ke Meksiko pada tahun 2003 dan 2004.[12][13][14]

Pada tahun 2015 kelompok perkusi Meksiko Tambuco yang telah 4 kali mendapat nominasi Grammy Award, meminjam gamelan dari Indra Swara (gamelan degung Barudak) untuk mempresentasikan karya Lou Harrison "Threnody for Carlos Chavez" dalam rangka Festival Centro Historico di Ibu Kota Meksiko, Grup Tambuco menyampaikan bahwa gamelan Barudak grup Indra Swara pada saat itu adalah satu-satunya gamelan degung yg ada di Amerika Latin.[15]

Pada tahun 2008, kelompok jazz Indonesia, Krakatau (grup musik),[16] dalam kunjungannya untuk berpartisipasi dalam Festival Internasional Cervantino di Guanajuato, melalui direkturnya, Bapak Dwiki Dharmawan, memberi Indra Swara beberapa instrumen tradisional Indonesia. Pada tahun 2012, kelompok gamelan Istana Mangkunagaran juga mengunjungi Meksiko untuk berpartisipasi dalam Festival Cervantino 2012 dan memberi Indra Swara hadiah berupa berbagai wayang kulit, kain dan peralatan untuk pertunjukan wayang kulit.

Pada tahun 2003, Fitra Ismu mulai bekerja di Kedutaan Besar Indonesia di Meksiko sebagai asisten bagian Pensosbud, hal ini memfasilitasi dan mempermudah pergerakan grup Indra swara terutama untuk mencari dan mendapatkan event acara pertunjukan tentu saja dengan dukungan Kedutaan Besar sebagai bagian dari Promosi Indonesia di Meksiko oleh KBRI. Pada tahun 2004 Emilio Esteban kembali dari Indonesia (setelah mengambil program beasiswa Darmasiswa thn 2003) dan pada bulan Januari tahun 2005 instrumen gamelan pelog milik Indra Swara tiba di Meksiko dari Indonesia. Pada tahun ini terjadi regenerasi kelompok, di mana Emilio Esteban menjadi direktur grup (2005-2013) dan Fitra Ismu tetap memposisikan dirinya sebagai pendiri grup dan dengan menggunakan kedudukannya di Kedutaan Besar (di mana dia bekerja sampai tahun 2012), Fitra ismu juga bertindak sebagai promotor Indra swara (dari tahun 2005 sampai saat ini).

Pimpinan Indra Swara
Nomor Nama dari sampai
1Fitra Ismu KusumoAgustus 2002Agustus 2005
2Emilio Esteban Gonzáles AlfonzoAgustus 2005Juli 2013
3Luis Alberto León SantillanJuli 2013Juli 2014
4Tomasz Matlingiewicz (dir. artistik)Oktober 2013April 2014
5Lourdes Noemí Nava JiménezJuli 201427 Maret 2015
6Fitra Ismu Kusumo27 Maret 2015sekarang
7Brandon Hubert Yu (dir. artistik)17 Agustus 2017sekarang

Divisi dan pembagian grup

[sunting | sunting sumber]

Grup awal Indra swara berasal dari grup gamelan slendro milik KBRI Mexico, sejak tahun 2002 dan dari waktu ke waktu telah memperoleh lebih banyak material dari Indonesia dengan tujuan utama untuk mempromosikan Indonesia di Meksiko. Sejak berdirinya, Indra Swara telah mengakuisisi beberapa instrumen tradisional Indonesia seperti Hasapi, gendang melayu/Kendang, berbagai jenis seruling/suling, Rebab, Kacapi dan beberapa Sasando. Saat ini, Sub divisi dalam grup Indra swara adalah:

Gamelan Pelog Jawa Nyi Asep Mangsa,[17] dan sejak tahun 2014, divisi Gamelan Barudak[18][19][20][21][22] Pada tahun 2018 ini berkaitan dengan peluncuran buku kedua grup Indra Swara yang merupakan kumpulan dongeng Nusantara, Indra Swara berniat membentuk sub divisi baru yaitu divisi Dongeng Cuentacuentos, yang merupakan konsep pertunjukan mendongeng dengan diiringi oleh musik gamelan

Pertunjukan Wayang Golek berbahasa Spanyol dalam acara Festival Buku Internasional Mexico City, FILIJ 2017

Sejak 2007 Indra swara telah megakusisi Wayang golek dan wayang kulit, pada tahun 2010 grup ini telah membeli satu kotak wayang kulit dengan 180 tokoh karakter; Meski kotak ini masih di Indonesia karena kekurangan dana untuk membawanya ke Meksiko. Sejak tahun 2014, presentasi musik gamelan dan tari telah diperluas dengan menggabungkan seni wayang Indonesia, baik wayang kulit (Wayang kulit) dan wayang kulit (Wayang golek).[23][24][25][26]

Strategi ini dianggap efektif karena sejak tahun 2014 orang Meksiko memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang Indonesia melalui pertunjukan wayang dan di samping itu hal ini juga memberi kesempatan grup untuk lebih bayak tampil di publik mempromosikan Indonesia.[27][28][29]

Indra Swara bermaksud untuk menciptakan lebih banyak sub divisi dalam grupnya dengan kosep penyajian seni yang berbeda karena inovasi dan kreativitas dibutuhkan untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia di amerika latin.[30][31][32] Salah satu upaya kelompok Indra Swara untuk mempromosikan seni wayang Indonesia[33] adalah dengan melakukan sumbangan wayang ke museum wayang Meksiko, seperti Museo de Historia de Titeres di Negara bagian Mexico dan Casa del Títere y marionetas Mexicanas di negara bagian Puebla. Selain itu, Fitra Ismu, selama periode 2005-2007, bertugas sebagai fasilitator dalam proses pemberian sumbangan barang seni dan budaya Indonesia yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Meksiko kepada beberapa institusi di Meksiko, termasuk Museo Nacional de las Culturas di Mexico City.[34] [35][36] [37][38][39][40][41][42][43]

Buku-buku berikut (ditulis/diceritakan kembali oleh Fitra Ismu) digunakan sebagai bahan basis pertunjukan wayang atau pertunjukan dongeng:

  • Flor de Humildad (Bunga kesederhanaan-Kisah Ramayana versi pendek)
  • La Bufanda Roja-Cuentos Folkloricos de Indonesia (Kumpulan Dongeng Nusantara)[44][45]

Diskografi

[sunting | sunting sumber]
  • El Sabor de los Dorados (2007)
  • Flor de Humildad (2014)

Reportase televisi

[sunting | sunting sumber]
  1. Purnamasari, Febi (2014). "Grup Promosi Indonesia Indra Swara". Muslim Traveler (dalam bahasa Indonesia). NETMEDIA Indonesia. Diakses tanggal Januari 20, 2018.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Sánchez, Karla Iberia (2014). "Titere de Sombras de Indonesia". Noticieros Televisa (dalam bahasa Spanish). TELEVISA. Diakses tanggal November 5, 2016.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Lopez, Edith (2014). "Presentan obras épicas de Indonesia con teatro de sombras". Cultura (dalam bahasa Spanish). Sistema de Noticias Tlaxcala. Diakses tanggal Mei 28, 2014.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Putri, Didie (2017). "Reportase Televisi tentang Seni, Budaya dan Industri Meksiko, program SI UNYIL TRANS 7 Indonesia". Laptop Si Unyil. Musim Si Unyil keliling Dunia (dalam bahasa Indonesia). TRANSMedia. Trans7. Diakses tanggal Desember 17, 2017.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Medina, Rodrigo. "Clip Museo Nacional de las Culturas". Actividades del Museo (dalam bahasa Spanish). Museo Nacional de las Culturas. Diakses tanggal November 17, 2017.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Lopez, Edith (2014). "Semana de Indonesia en Tlaxcala". Cultura (dalam bahasa Spanish). Sistema de Noticias Tlaxcala. Diakses tanggal Mei 28, 2014.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Guzman, Maribel (2016). "Festejan 5to. Aniversario del Museo del Títere en Tepotzotlán". Noticias (dalam bahasa Spanish). Reporte Noticias. Diakses tanggal Januari 20, 2017.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Purnamasari, Febi (2014). "Pertunjukan Unik Grup Wayang Meksiko Chipotle Teatro - NET12". Inspirasi-Inspiring Person (dalam bahasa Indonesia). NETMEDIA Indonesia. Diakses tanggal Mei 28, 2014.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Novianto, Andi (2019). "Hobby Yang Mendunia". Si UNYIL (dalam bahasa Indonesian). TRANSTV Indonesia. Diakses tanggal May 01, 2019. {{cite episode}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Martinez, Alejandro (1 April 2018), "Indra Swara:Indonesia en Mexico a Traves de la Musica", Indonesia en Noticia, Jakarta, hlm. Headlines{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Purnamasari, Febi (2014). "Pertunjukan Unik Grup Wayang Meksiko Chipotle Teatro - NET12". Inspirasi-Inspiring Person (dalam bahasa Indonesia). NETMEDIA Indonesia. Diakses tanggal Mei 28, 2014.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Nuño, Juan Carloz (Januari 5, 2017), "Caminantes de Otras Latitudes, Gamelan Indra Swara", En la Ruta del Titiritero, Mexico City, hlm. 28-37{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Purnamasari, Febby (Juni 11, 2016). "Kehidupan Umat Muslim di Meksiko". Muslim Travelers. menit di 01:28-11:12. NET TV.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Fernandez, Ruben Cortez (Maret 26, 2017), "Títeres de Indonesia invadirán la Noche de Museos en la CDMX", La Razon, Mexico City, diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-31, diakses tanggal 2018-02-17 {{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Darmasiswa • Ministry of Education and Culture" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-15.
  7. Rizkyana, C. (2017). Upaya-upaya diplomasi budaya Indonesia melalui kesenian tradisionalnya di Meksiko periode 2014-2016 (Undergraduate thesis). Universitas Katolik Parahyangan.
  8. Soedjadi, Bambang (2014). "Fitra Ismu dan Grup Kesenian Indra Swara di Meksiko". Kiprah Anak Bangsa (dalam bahasa Indonesia). Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal Desember 6, 2017.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Pramudyo, Hendrar (2005), Dari Jalan Trunojoyo 3 ke Calle Julio Verne 27, Mexico City: KBRI Mexico City, hlm. 56 {{citation}}: |access-date= membutuhkan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. El Sabor del Dorado, Mexico city, Februari 23, 2007{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Mrz, Notimex (November 21, 2008), "Musica y Mar en Huatulco Indra Swara arte Indonesio", El Universal, Mexico City, hlm. Destinos{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Pramudyo, Hendrar (2004), 50 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Meksiko, Mexico City: Printeer, hlm. 83 {{citation}}: |access-date= membutuhkan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. "Primer Festival de Música Tradicional: "Entre ayer y hoy"", Diario de Yucatan, Merida, hlm. Cultura, Juli 22, 2016{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  14. Nerv, Shinji (Agustus 11, 2017), "Realizan en Oaxaca Taller sobre Danzas de Paz", Ciudadania-Express, Oaxaca, hlm. Cultura{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Aris, Satrio (April 13, 2015), "Di Meksiko Gamelan Dimainkan oleh Seniman 'Grammy Award'", Aktual, Jakarta, hlm. Jalan Jalan{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Rachmawati, Yunita (Oktober 20, 2008), "Krakatau Band Rayakan 25 Tahun di Mexico", Kapan Lagi, Jakarta, hlm. Jalan Jalan{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. "De la tradición a la contemporaneidad", Fonoteca Nacional, Mexico City, hlm. Cultura, Februari 16, 2018{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. Davila, Sergio Lopez (2018). "Gamelan Barudak en el Festival Lerdantino 2018". Capital Show (dalam bahasa Spanish). Efekto TV. Diakses tanggal Mei 4, 2018.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. "Interpretan títeres el 'Ramayana'", Cronopio, Mexico City, hlm. Redaccion, Oktober 7, 2016{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. Pratomo, Angga Yudha, Berbahasa Spanyol, wayang kulit pertama kali tampil di Meksiko, Merdeka.com, diakses tanggal Mei 27, 2014{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. Indra Swara Festejo dia de niños, Mexico City, Mei 1, 2017, hlm. Cultura{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. Wayang grupo Indra Swara, Mexico City, Desember 1, 2016{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. Kurnaeti, Eti (Desember 15, 2015), "Wayang Kulit Ramaikan Negeri Taco", OkeZone, Jakarta, hlm. Travel{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. "Pagelaran Wayang Kulit dan Gamelan di Universitas Terbesar di Amerika Latin", MediaTajam, Jakarta, hlm. Budaya, Oktober 13, 2016{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. "Títeres de sombra de Indonesia", Museos de Mexico, Mexico City, hlm. eventos, Desember 1, 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. "Breves Culturales", 20minutos, Mexico City, hlm. Noticias de Artes, Juli 11, 2014{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. "Diversidad de actividades para celebrar a los niños en su día", Protocolo, Mexico City, hlm. Cultura, April 27, 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. Morales, Fransisco (November 28, 2014), "Interpretan títeres el 'Ramayana'", Reforma, Mexico City, hlm. Cultura{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. "Explica especialista técnicas de títeres de sombra de Indonesia", Notimex, Ciudad de Mexico, hlm. minuto a minuto, Juli 19, 2014{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. Yong, Gerardo. "Indonesia, su música y su cultura". Mision Mundial. ASTL TV. Diakses tanggal Januari 29, 2016.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. Yong, Gerardo. "Arte de Titeres en Indonesia". Mision Mundial. ASTL TV. Diakses tanggal Mei 25, 2017.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. Yong, Gerardo. "Sabores y Cultura de Indonesia". Mision Mundial. ASTL TV. Diakses tanggal November 17, 2017.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. Uribe, Yohan (April 27, 2018), "Traen su tradición títeres de sombra", El Siglo de Torreón (dalam bahasa Spanyol), Torreon{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. "Indra Swara presenta la música y la cultura de Indonesia en Radio UNAM", Cultura UNAM, Mexico City, hlm. Cultura, Mei 21, 2012{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. Gamelan Barudak, diakses tanggal Maret 27, 2015{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. Suruni, Andi (November 12, 2012), "Ada Pameran Wayang di Gedung Tertinggi di Meksiko", Detik.com, Jakarta{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. "Di Meksiko Wayang Kulit Dilengkapi dengan Bahasa Isyarat", Aktual, Jakarta, hlm. Budaya, Desember 4, 2015{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. "Explican Tecnicas de Titeres de Sombras", Diario de Palenque, vol. Notimex, Mexico City, hlm. Arte y Cultura, Juli 17, 2014{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. Ponce, Armando (Desember 8, 2017), "9º Encuentro de Artes Escénicas", Proceso, Mexico City, diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-11, diakses tanggal 2018-02-17 {{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. "Habrá títeres de Indonesia, poesía para niños y cine en el Museo Nacional de las Culturas", Mex4You, Mexico City, hlm. Cultura, Maret 29, 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. Barrera, Juan Manuel (Maret 3, 2016), "El Museo de Historia de Titere festejara sus cinco años", El Universal, Mexico City, hlm. Cultura{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. "Festejan 5to. Aniversario del Museo del Títere en Tepotzotlán". Reporte Noticias. RN. Diakses tanggal Maret 3, 2016.{{cite episode}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. Miranda, Elizabeth (November 17, 2017), "Wayang Golek Caracol Dorado", Feria Internacional del Libro Infantil y Juvenil 2017, Mexico City, diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-31, diakses tanggal 2018-02-17 {{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  44. Kurnaeti, Eti (November 19, 2017), "Buku Dongeng Nusantara Meriahkan Festival Buku Anak Terbesar di Meksiko", Hitput.com, Jakarta{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  45. Miranda, Elizabeth (November 13, 2017), "La bufanda roja. Compilación de cuentos folklóricos de Indonesia", Feria Internacional del Libro Infantil y Juvenil 2017, Mexico City, diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-31, diakses tanggal 2018-02-17 {{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)