Pauline Hanson
Pauline Hanson | |
|---|---|
Hanson in 2016 | |
| Senator for Queensland | |
| Mulai menjabat 2 July 2016 | |
| Pendahulu | Glenn Lazarus |
| Leader of One Nation | |
| Mulai menjabat 29 November 2014 | |
| Pendahulu | Jim Savage |
| Masa jabatan 11 April 1997 – 27 January 2002 | |
| Pendahulu | Party established |
| Pengganti | John Fischer |
| Leader of Pauline's United Australia Party | |
| Masa jabatan 24 May 2007 – 31 March 2010 | |
| Wakil | Brian Burston |
| Pendahulu | Party established |
| Pengganti | Party dissolved |
| Member of the Australian Parliament for Oxley | |
| Masa jabatan 2 March 1996 – 3 October 1998 | |
| Pendahulu | Les Scott |
| Pengganti | Bernie Ripoll |
| Councillor of the Ipswich City Council for Division 7 | |
| Masa jabatan 3 April 1994 – 22 March 1995 | |
| Pendahulu | Paul Pisasale |
| Pengganti | Denise Hanly |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Pauline Lee Seccombe 27 Mei 1954 Brisbane, Queensland, Australia |
| Partai politik | One Nation (1997–2002, 2013–present) |
Afiliasi politik lainnya | Independent (before 1995, 1996–1997, 2010–2013) Liberal (1995–1996) United Australia (2007–2010) |
| Suami/istri | Walter Zagorski (divorced)Mark Hanson
(m. 1980, divorced) |
| Anak | 4 |
| Tanda tangan | |
| Informasi kriminal | |
Status pidana | Conviction overturned on appeal (2 months 17 days) |
| Vonis | Electoral fraud |
Hukuman pidana | 3 years (2003) |
Pauline Lee Hanson (née Seccombe, dulunya Zagorski; lahir 27 Mei 1954) adalah seorang politikus Australia yang merupakan pendiri dan pemimpin Pauline Hanson's One Nation Party (PHON). Ia sekarang menjadi Senator mewakili Queensland dalam Parlemen Australia.
Pada bulan April dan Juli 2015, dia menjadi pembicara dalam aksi unjuk rasa anti Islam bersama Reclaim Australia.[1]
Pandangan politik
[sunting | sunting sumber]Konflik Israel-Palestina
[sunting | sunting sumber]Hanson adalah seorang Zionis pendukung Israel dan menyatakan bahwa Australia harus berpihak kepada Israel.[2] Ia juga mengecam pendukung Palestina karena mereka dinilai "melanggar nilai-nilai Australia" dan "menjijikan".[3]
Kontroversi
[sunting | sunting sumber]Islamofobia
[sunting | sunting sumber]Pada 2017, Hanson memakai burkak ke sesi rapat Senat Australia sebagai bentuk menggalang dukungan untuk melarang pemakaian burkak dalam ranah umum dengan alasan "keamanan nasional".[4] Tindakannya memancing amarah dari Partai Buruh Australia, Partai Hijau Australia dan Partai Liberal Australia.[5] Sebagai tanggapan, Jaksa Agung Australia George Brandis yang ditugaskan untuk memberi pendapat atas keamanan nasional di Senat memberikan pidato "emosional" dan berkata bahwa tindakan Hanson adalah "tindakan yang menjijikan" dan menasehati Hanson untuk "untuk sangat berhati-hati terhadap pelanggaran yang mungkin Anda lakukan terhadap kepekaan agama warga Australia lainnya". Tanggapannya diberikan tepuk tangan meriah dari Buruh dan Hijau.[4][6]
Pada September 2022, Hanson mengtwit bahwa Senator Partai Hijau Mehreen Faruqi harus "pergilah kembali ke Pakistan" setelah Faruqi dicecar karena twitnya yang diduga menghina Elizabeth II setelah ia meninggal.[7] Faruqi kemudian menuntut Hanson ke pengadilan karena melanggar pasal 18C di UU Diskriminasi Ras 1975.[8] Pada 1 November 2024, dilaporkan bahwa hakim Pengadilan Federal Australia Angus Stewart mengvonis bahwa twit Hanson terhadap Faruqi hanya sebuah "serangan pribadi yang marah", tidak berkaitan dengan isu yang diangkat oleh Faruqi sehingga dilabel sebagai "islamofobik atau anti-Muslim". Pengadilan memerintah Hanson untuk menghapus twit tersebut tetapi Hanson menyatakan bahwa ia akan menuntut uji banding.[9]
Indonesia
[sunting | sunting sumber]Di sebuah sesi Senat Australia pada 2022, Pauline Hanson memberi kritikan kepada pemerintahan Australia dengan menyinggung Bali dengan menyatakan bahwa Bali penuh dengan tinja sapi karena sapi ternak berkeliaran sehingga menyebabkan turis Australia berlumuran dengan kotoran dan membawa wabah penyakit mulut dan kuku kembali ke Australia.[10] Menteri Pertanian Murray Watt berkata bahwa pernyataan Hanson sangat mengecewakan[10] tetapi pernyataan Hanson menuai kecaman keras dari pemerintah Indonesia dan pemerintahan daerah Bali dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno langsung membantah Hanson bahwa ia secara tegas untuk "jangan pernah menghina Bali, ikon dan jantung pariwisata Indonesia" dan mengolok pernyataan Hanson bahwa Bali "bukan negara" dan "silakan cek dulu di Google"[11] sementara Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut bahwa Hanson telah menyebarkan pernyataan bohong.[12]
Dalam wawancara dengan News24, Hanson menyatakan bahwa ia memang setuju memandang Indonesia sebagai mitra strategis namun ketika ditanya siapa pemimpin Indonesia, Hanson gagal menyebutkan nama Prabowo Subianto dan menyatakan bahwa ia tidak perlu tahu siapakah nama perdana menteri Indonesia meskipun Indonesia sudah tidak memiliki perdana menteri. Ia bahkan menyatakan bahwa rakyat Australia juga tidak tahu siapakah nama pemimpin Indonesia.[13] Menteri Pertanian Julie Collins setelah menjawab pertanyaan yang sama menyatakan bahwa Hanson seharusnya mengetahui hal seperti ini dan akan menyangkut terhadap kepemimpinannya.[13]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Reclaim Australia clashes with opposing groups at rallies around the country over extremism and tolerance". ABC News. 5 April 2015. Diakses tanggal 19 Juli 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kreuzer, Adam (23 April 2026). "Standing Firm on Israel: Pauline Hanson's Rising Influence in Australia". JFeed. Diakses tanggal 9 Juni 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Yosufzai, Rashida (15 Mei 2024). "Remove Israel scarf, Pauline Hanson told — as keffiyeh also banned". SBS News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Juni 2026. Diakses tanggal 9 Juni 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Murphy, Katharine (17 Agustus 2017). "Pauline Hanson wears burqa in Australian Senate while calling for ban". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)) (Edisi Australia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Juni 2020. Diakses tanggal 6 Mei 2020.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Belot, Henry; Yaxley, Louise (17 Agustus 2017). "Pauline Hanson wears burka to Question Time in the Senate, slammed by George Brandis". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 November 2020. Diakses tanggal 6 Mei 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Archived at Ghostarchive and the Wayback Machine: George Brandis slams Pauline Hanson for wearing a burka to Senate Question Time (dalam bahasa Inggris), Australian Broadcasting Corporation, 17 Agustus 2017, diakses tanggal 6 Mei 2020
{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Butler, Josh (6 Oktober 2022). "Mehreen Faruqi's racism complaint over Pauline Hanson tweet accepted by Human Rights Commission". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Oktober 2022. Diakses tanggal 30 Oktober 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Haydar, Nour (3 Mei 2023). "Mehreen Faruqi launches court action against Pauline Hanson for 'insulting and humiliating' tweet". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Agustus 2023. Diakses tanggal 15 Agustus 2023.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ McKinnell, Jamie; Gregory, Xanthe (1 Nov 2024). "Federal Court finds Pauline Hanson racially discriminated against Mehreen Faruqi in 'angry personal attack' tweet". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 November 2024. Diakses tanggal 2 November 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Gould, Courtney (4 Agustus 2022). "'Sh*t in the street': Pauline Hanson's wild claim". news (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-04-22.
- ↑ "Senator Australia Pauline Hanson Sebut di Bali Banyak Kotoran Sapi, Ini Kata Sandiaga". Tempo. 7 Agustus 2022 | 21.30 WIB. Diakses tanggal 2025-04-22.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - ↑ antaranews.com (2022-08-08). "Gubernur: Pauline Hanson sebar kabar bohong soal Bali". Antara News. Diakses tanggal 2025-04-22.
- 1 2 Olbrycht-Palmer, Joseph (16 Agustus 2026). "Pauline Hanson says she doesn't 'need to know' foreign leader names after trip up". news.com.au. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
Bacaan tambahan
[sunting | sunting sumber]- Pal Ahluwalia and Greg McCarthy, (1998) "'Political Correctness': Pauline Hanson and the Construction of Australian Identity." Australian Journal of Public Administration 57#3 (1998): 79–85.
- Scott Balson (2000), Inside One Nation. The inside story on a people's party born to fail, Interactive Presentations, Mt Crosby News (Queensland), ISBN 0-9577415-2-9
- Helen J Dodd (1997), Pauline. The Hanson Phenomenon, Boolarong Press, Moorooka (Queensland), ISBN 0-646-33217-1
- David Ettridge (2004), Consider Your Verdict, New Holland Publishers, Frenchs Forest (New South Wales) ISBN 1-74110-232-4
- Bligh Grant (ed.) (1997), Pauline Hanson. One Nation and Australian Politics, University of New England Press, Armidale (NSW), ISBN 1-875821-38-4
- Pauline Hanson; Tom Ravlic (2018), Pauline: In Her Own Words, Wilkinson Publishing, Melbourne (Victoria), ISBN 978-1-925642-38-4
- Pauline Hanson (2007), Untamed and Unashamed – Pauline Hanson's autobiography, Jo–Jo Publishing, Docklands (Victoria) ISBN 978-0-9802836-2-4
- James Jupp (1998), 'Populism in the land of Oz,' in Meanjin, Vol.57, No.4, pp. 740–747
- Margo Kingston (1999), Off the Rails. The Pauline Hanson Trip, Allen and Unwin, St Leonards (NSW) ISBN 1-86508-159-0
- Michael Leach, Geoffrey Stokes, Ian Ward (eds.) (2000), The Rise and Fall of One Nation, University of Queensland Press, St Lucia (Queensland) ISBN 0-7022-3136-3
- George J Merritt (1997), Pauline Hanson. The Truth, St George Publications, Parkholme (South Australia), ISBN 0-646-32012-2
- John Pasquarelli (1998), The Pauline Hanson Story by the Man Who Knows, New Holland Publishers, Frenchs Forest (NSW), ISBN 1-86436-341-X
- Deutchman, Iva; Ellison, Anne (Januari 2004). "When Feminists Don't Fit The Case of Pauline Hanson". International Feminist Journal of Politics. 6 (1): 29–52. doi:10.1080/1461674032000165923.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Hill, Lisa (Januari 1998). "Pauline Hanson, free speech and reconciliation" (PDF). Journal of Australian Studies. 22 (57): 10–22. doi:10.1080/14443059809387376.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Shoemaker, Adam (18 Mei 2009). "'Don't cry for me, Diamantina': An alternative reading of Pauline Hanson". Journal of Australian Studies. 21 (53): 20–28. doi:10.1080/14443059709387313.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)