Pemasaran gerilya

Pemasaran gerilya adalah strategi periklanan yang menggunakan kejutan dan/atau interaksi yang tidak konvensional untuk mempromosikan suatu produk atau layanan.[1] Strategi ini merupakan salah satu bentuk publisitas.[2] Istilah tersebut dipopulerkan melalui buku Guerrilla Marketing karya Jay Conrad Levinson yang diterbitkan pada tahun 1984.
Pemasaran gerilya menggunakan berbagai teknik dan praktik untuk menjalin kontak langsung dengan calon pelanggan.[3] Salah satu tujuan interaksi ini adalah menimbulkan reaksi emosional pada pelanggan, sedangkan tujuan akhir pemasarannya adalah membuat orang mengingat produk atau merek dengan cara yang berbeda dari yang biasa mereka alami.
Seiring menurunnya popularitas media periklanan tradisional, seperti media cetak, radio, televisi, dan surat langsung,[4] para pemasar dan pengiklan merasa perlu menemukan strategi baru untuk menyampaikan pesan komersial kepada konsumen. Pemasaran gerilya berfokus pada upaya mengejutkan konsumen untuk menciptakan kesan yang kuat terhadap suatu produk atau merek.[5] Hal ini kemudian menimbulkan perbincangan luas mengenai produk yang dipasarkan. Pemasaran gerilya merupakan cara beriklan yang meningkatkan keterlibatan konsumen dengan produk atau layanan serta dirancang untuk menciptakan pengalaman yang berkesan. Pengalaman tersebut juga meningkatkan kemungkinan konsumen atau orang yang berinteraksi dengan kampanye pemasaran akan menceritakan produk itu kepada teman-temannya. Dengan demikian, melalui promosi dari mulut ke mulut, produk atau layanan yang diiklankan dapat menjangkau lebih banyak orang daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Pemasaran gerilya relatif murah dan lebih berfokus pada jangkauan daripada frekuensi.[6] Agar kampanye pemasaran gerilya berhasil, perusahaan umumnya tidak perlu mengeluarkan banyak uang, tetapi harus memiliki imajinasi, energi, dan waktu.[7] Oleh karena itu, pemasaran gerilya berpotensi efektif bagi usaha kecil, terutama ketika bersaing dengan perusahaan yang lebih besar.
Pesan yang disampaikan kepada konsumen sering kali dirancang agar jelas dan ringkas. Jenis pemasaran ini juga bekerja pada pikiran bawah sadar,[6] karena keputusan pembelian sering kali dibuat secara bawah sadar. Agar suatu produk atau layanan tetap berada dalam pikiran bawah sadar, diperlukan pengulangan. Dengan demikian, apabila suatu produk menjadi bahan perbincangan dan dibicarakan di antara teman-teman, mekanisme ini memungkinkan pesan tentang produk tersebut terus berulang.[7]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Kenton, Will. "Guerrilla Marketing". Investopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-14.
- ↑ "What Is Guerrilla Marketing?". Creativeguerrillamarketing.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-03-20. Diakses tanggal 2017-03-01.
- ↑ Bernard Cova & Marcel Saucet, "The Secret Lives of Unconventional Campaigns: Street Marketing on the Fringe", Journal of Marketing Communications, 2014;Jay Conrad Levinson, 1984
- ↑ Belch, Michael A.; Belch, George E. (2008-06-05), "Integrated Marketing Communications", The International Encyclopedia of Communication, John Wiley & Sons, Ltd, doi:10.1002/9781405186407.wbieci038, ISBN 9781405186407
- ↑ What is Guerrilla Marketing, 2015
- 1 2 Levinson, Jay Conrad (2007). Guerrilla Marketing: Easy and Inexpensive Strategies for Making Big Profits from Your Small Business (dalam bahasa Inggris). Piatkus. ISBN 978-0-7499-2811-7.
- 1 2 Bourn, 2009