A i 272
Kemurnian (2)
Di terjemahkan dari pÄáļ·i olehBhikkhu Bodhi
ShortUrl:
Edisi lain:
PÄáļ·i (vri)
âPara bhikkhu, ada tiga kemurnian ini. Apakah tiga ini? Kemurnian jasmani, kemurnian ucapan, dan kemurnian pikiran.
(1) âDan apakah kemurnian jasmani? Di sini, seorang bhikkhu menghindari membunuh, menghindari mengambil apa yang tidak diberikan, dan menghindari perbuatan seksual yang salah. Ini disebut kemurnian jasmani.
(2) âDan apakah kemurnian ucapan? Di sini, seorang bhikkhu menghindari berbohong, menghindari ucapan memecah-belah, menghindari ucapan kasar, dan menghindari bergosip. Ini disebut kemurnian ucapan.
(3) âDan apakah kemurnian pikiran?1 Di sini, ketika terdapat keinginan indria dalam dirinya, seorang bhikkhu memahami: âTerdapat keinginan indria dalam dirikuâ; atau ketika tidak terdapat keinginan indria dalam dirinya, seorang bhikkhu memahami: âTidak terdapat keinginan indria dalam dirikuâ; dan ia juga memahami bagaimana keinginan indria yang belum muncul menjadi muncul, bagaimana keinginan indria yang telah muncul ditinggalkan, dan bagaimana keinginan indria yang telah ditinggalkan tidak muncul lagi di masa depan.
âKetika terdapat niat buruk dalam dirinya âĶ Ketika terdapat ketumpulan dan kantuk dalam dirinya âĶ Ketika terdapat kegelisahan dan penyesalan dalam dirinya âĶ [273] âĶ Ketika terdapat keragu-raguan dalam dirinya, ia memahami: âTerdapat keragu-raguan dalam dirikuâ; atau ketika tidak terdapat keragu-raguan dalam dirinya, ia memahami: âTidak terdapat keragu-raguan dalam dirikuâ; dan ia juga memahami bagaimana keragu-raguan yang belum muncul menjadi muncul, bagaimana keragu-raguan yang telah muncul ditinggalkan, dan bagaimana keragu-raguan yang telah ditinggalkan tidak muncul lagi di masa depan. Ini disebut kemurnian pikiran.
âIni, para bhikkhu, adalah ketiga kemurnian itu.â Murni dalam jasmani, murni dalam ucapan, murni dalam pikiran, tanpa noda: mereka disebut yang murni, sempurna dalam kemurnian, âseorang yang telah mencuci kejahatan.â
Definisi kemurnian pikiran di sini mengulangi bagian SatipaáđáđhÄna Sutta tentang perenungan lima rintangan (DN 22.13, II 300,4 â 301,24; MN 10.36, I 60,7-36). âĐïļ