A iii 340
Kimbila
Di terjemahkan dari pÄḡi olehBhikkhu Bodhi
ShortUrl:
Edisi lain:
PÄḡi (vri)
Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang BhagavÄ sedang menetap di KimbilÄ di hutan nicula. Kemudian Yang Mulia Kimbila mendatangi Sang BhagavÄ, bersujud kepadanya, duduk di satu sisi, dan berkata: [340]
âApakah sebab dan alasan mengapa, Bhante, Dhamma sejati tidak bertahan lama setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir?â
âDi sini, Kimbila, setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir, (1) para bhikkhu, para bhikkhunÄĢ, para umat awam laki-laki, para umat awam perempuan berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap Sang Guru. (2) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap Dhamma. (3) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap Saáš gha. (4) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap latihan. (5) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap kewaspadaan. (6) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap keramahan. Ini adalah sebab dan alasan mengapa Dhamma sejati tidak bertahan lama setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir.â
âApakah sebab dan alasan mengapa, Bhante, Dhamma sejati bertahan lama setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir?â
âDi sini, Kimbila, setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir, (1) para bhikkhu, para bhikkhunÄĢ, para umat awam laki-laki, para umat awam perempuan berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap Sang Guru. (2) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap Dhamma. (3) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap Saáš gha. (4) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap latihan. (5) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap kewaspadaan. (6) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap keramahan. Ini adalah sebab dan alasan mengapa Dhamma sejati bertahan lama setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir.â
Suatu paralel yang diperluas dari 5:201. âŠī¸