A iv 84
Kimbila
Di terjemahkan dari pÄḡi olehBhikkhu Bodhi
ShortUrl:
Edisi lain:
PÄḡi (vri)
Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang BhagavÄ sedang menetap di KimbilÄ di hutan nicula. Kemudian Yang Mulia KimbilÄ mendatangi Sang BhagavÄ, bersujud kepada Beliau, duduk di satu sisi, dan berkata:
âApakah sebab dan alasan mengapa, Bhante, Dhamma sejati tidak bertahan lama setelah Sang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir?â
âDi sini, KimbilÄ, setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir, (1) para bhikkhu, bhikkhunÄĢ, umat awam laki-laki, dan umat awam perempuan berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap Sang Guru. (2) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap Dhamma. (3) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap Saáš gha. (4) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap latihan. (5) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap konsentrasi. (6) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap kewaspadaan. (7) Mereka berdiam tanpa penghormatan dan tanpa penghargaan terhadap keramahan. Ini adalah sebab dan alasan mengapa Dhamma sejati tidak bertahan lama setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir.â
âApakah sebab dan alasan mengapa, Bhante, Dhamma sejati bertahan lama setelah Sang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir?â
âDi sini, KimbilÄ, setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir, (1) para bhikkhu, bhikkhunÄĢ, umat awam laki-laki, dan umat awam perempuan berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap Sang Guru. (2) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap Dhamma. (3) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap Saáš
gha. (4) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap latihan. (5) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap konsentrasi. (6) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap kewaspadaan. (7) Mereka berdiam dengan penghormatan dan penghargaan terhadap keramahan. Ini adalah sebab dan alasan mengapa Dhamma sejati bertahan lama setelah seorang TathÄgata mencapai nibbÄna akhir.â [85]
Sebuah paralel yang diperluas dari 5:201, 6:40. âŠī¸