Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy | |
|---|---|
Potret resmi, 2019 | |
| Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji | |
| Mulai menjabat 22 Oktober 2024 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia ke-18 | |
| Masa jabatan 23 Oktober 2019 – 20 Oktober 2024 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Pendahulu | Puan Maharani Darmin Nasution (Plt.) |
| Pengganti | Pratikno |
| Presiden Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Asia Tenggara | |
| Masa jabatan 25 Juli 2017 – 23 Juli 2019 | |
| Pendahulu | Teerakiat Jareonsettasin |
| Pengganti | Maszlee Malik |
| Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-28 | |
| Masa jabatan 27 Juli 2016 – 20 Oktober 2019 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Pendahulu | Anies Baswedan |
| Pengganti | Nadiem Makarim |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 29 Juli 1956 Madiun, Jawa Timur, Indonesia |
| Partai politik | Independen |
| Suami/istri | Suryan Widati |
| Anak | 3 |
| Pendidikan | IAIN Sunan Ampel IKIP Malang Universitas Gadjah Mada Universitas Airlangga |
Muhadjir Effendy (lahir 29 Juli 1956) adalah seorang akademisi, guru besar, dan politikus yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji.[1] Ia merupakan mantan menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan dan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan, keduanya dijabat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.[2][3] Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang dari tahun 2000 hingga 2016.[3]
Riwayat pendidikan
[sunting | sunting sumber]Muhadjir menempuh pendidikan sarjana muda di IAIN Malang, kemudian meraih gelar sarjana di IKIP Negeri Malang. Ia lalu menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar Magister Administrasi Publik (MAP) pada tahun 1996. Kemudian pada 2008, Muhadjir berhasil menyelesaikan pendidikan strata tiga bidang sosiologi militer di Program Doktor Universitas Airlangga dengan judul disertasi ”Persepsi Perwira Menengah tentang Profesinoalisme Militer”.[4]
Sewaktu mahasiswa Muhadjir aktif di Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI), pernah menjadi reporter koran kampus MIMBAR Universitas Brawijaya, ikut merintis berdirinya koran kampus IKIP Malang , KOMUNIKASI 1982, mendirikan surat kabar kampus UMM, BESTARI pada 1986. Menjadi anggota redaksi koran Warta Mahasiswa, Dirjen Pendidikan Tinggi, Depdiknas pada era menteri Daoed Joesoef. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan Malang Raya, dan juga merupakan reporter dan penulis artikel lepas di beberapa media massa nasional.[5]
Karier
[sunting | sunting sumber]Sebagai akademisi
[sunting | sunting sumber]Muhadjir memulai kariernya sebagai dosen Universitas Negeri Malang. Ia saat ini tercatat sebagai Guru Besar Sosiologi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Selain itu, ia juga menjadi pengajar bidang sosiologi di Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.[6]
Sejak 2015, Muhadjir menjadi Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015 sampai 2020. Muhadjir pernah mendapatkan tanda jasa yaitu Satayalancana Karya Satya XX pada 2010, anugerah Bintang Mahaputra Adipradana pada 2020. Ia menduduki jabatan sebagai rektor di UMM sebanyak tiga kali. Muhadjir menjabat sebagai rektor pada periode 2000–2004, 2004–2008, dan periode 2008–Februari 2016. Sebelum itu menjabat sebagai Pembantu Rektor 3 di kampus yang sama, 1984–1996, Pembantu Rektor 1 pada 1996–2000, pada saat rektor dijabat oleh Prof Drs A Malik Fadjar.
Sebagai pejabat pemerintahan
[sunting | sunting sumber]
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
[sunting | sunting sumber]Pada Juli 2016, Muhadjir Effendy dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) oleh Presiden Joko Widodo, menggantikan Anies Baswedan.[7]
Pada saat menjadi Mendikbud, Muhadjir memberlakukan sistem zonasi pada saat penerimaan siswa baru yang diberlakukan pada tahun 2017. Sekolah negeri mulai TK hingga SMA menerima setidaknya 90 persen dari total murid yang diterima didasarkan pada zona domisili terdekat. Sisanya, 5 persen untuk jalur prestasi dan 5 persen bagi murid pindah domisili. Sistem zonasi tidak berlaku bagi sekolah menengah kejuruan (SMK).[8] Hal ini bertujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan. Namun belakangan menimbulkan persoalan baru, sulitnya siswa mendapatkan sekolah, manipulasi domisili, dan hal lainnya.[9]
Muhadjir juga mengeluarkan kebijakan Sekolah Sehari Penuh atau Full Day School, dimana mengatur sekolah 8 jam sehari dan 5 hari dalam seminggu, melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Hal ini bertujuan untuk pemenuhan pendidikan karakter ke siswa.[10] Namun kebijakan ini mendapat kritik dari sejumlah kalangan pendidik. Kebijakan ini akhirnya dibatalkan.[11][12]
Pada Juli 2017, Muhadjir dikukuhkan sebagai presiden Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Council (Dewan Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara) untuk periode 2017–2019.[13][14]
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
[sunting | sunting sumber]Usai menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir kemudian dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Oktober 2019 oleh Presiden Joko Widodo.[15]
Beberapa kebijakan yang dikeluarkannya, salah satunya penurunan angka stunting (Hambatan pertumbuhan) yang dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan. Program ini meliputi distribusi alat kesehatan standar ke posyandu dan puskesmas serta pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita. Selama 5 tahun, prevalensi stunting turun tajam dari 30,8% pada 2018 (Riskesdas) menjadi 21,5% pada 2023.[13]
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji
[sunting | sunting sumber]Usai jabatannya sebagai menteri, Muhadjir dipercaya menjadi penasihat presiden. Presiden ke-8 Prabowo Subianto melantiknya sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji pada 22 Oktober 2024.[16]
Karya
[sunting | sunting sumber]Muhadjir juga aktif menulis sejumlah buku di antaranya : Bala Dewa, Seperti Menyaksikan Dahlan Muda, Muhammadiyah dan Pendidikan di Indonesia, Dunia Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan (bersama Prof. A Malik Fadjar), Paedagogi Kemanusiaan, Bunga Rampai Pendidikan (bersama Drs Syamsul Arifin), Profesionalisme Militer dan Profesionalisme TNI, dan Studi Fenomenologi Jati Diri dan Profesi TNI.
Sewaktu muda, Muhadjir aktif sebagai wartawan antara lain di Mingguan Mahasiswa kemudian berganti nama menjadi Memorandum, Majalah Muttaqin kemudian berubah menjadi SEMESTA keduanya terbit di Surabaya.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Daftar Lengkap 7 Penasihat Khusus Presiden Prabowo". CNN Indonesia. 31 Oktober 2024. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
- ↑ Dongoran, Hussein (27 Juli 2016). "Begini Cerita Muhadjir Dipinang Jadi Mendikbud". Tempo. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
- 1 2 Ramadhan, Ardito; Galih, Bayu (23 Oktober 2019). "Muhadjir Effendy yang Kini "Naik Kelas" Menjadi Menko PMK". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
- ↑ "Alumni Unair". Diakses tanggal 2025-12-18.
- ↑ Reshuffle Kabinet: Profil Muhadjir Effendy, Mendikbud Pengganti Anies Baswedan OkeZone
- ↑ Adhi, Adrianus (27 Juli 2016). "Inilah Muhadjir Effendy, Mantan Rektor UMM yang Gantikan Anies Baswedan Sebagai Menteri Pendidikan". Surya Malang. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
- ↑ "Sosok Mendikbud Baru Muhadjir Effendy di Mata Kampus yang Pernah Dipimpin". detiknews. 27 Juli 2016. Diakses tanggal 6 Agustus 2026.
- ↑ "Opini Substansi Kebijakan Mendikbud". Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 6 Agustus 2026.
- ↑ "Kilas Balik Awal Penerapan Sistem Zonasi Sekolah, Belakangan Tuai Kritikan". Kompas.com. 12 Juli 2024. Diakses tanggal 6 Agustus 2026.
- ↑ "Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah". Dinas Dikbud Kabupaten Tebo. 13 Juni 2017. Diakses tanggal 6 Agustus 2026.
- ↑ "Setelah Jokowi Membatalkan Full Day School". 20 Juni 2017. Diakses tanggal 6 Agustus 2026.
- ↑ "Pemerintah Batal Berlakukan Full Day School". CNN Indonesia. 19 Juni 2017. Diakses tanggal 6 Agustus 2026.
- 1 2 "Kiprah sebagai Mendikbud dan Menko PMK: Muhadjir Effendy Dikukuhkan sebagai Guru Besar UM". 13 Februari 2025. Diakses tanggal 6 Agustus 2026.
- ↑ "Mendikbud RI Dilantik Jadi Presiden SEAMEO Council". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 26 Juli 2017. Diakses tanggal 6 Agustus 2026.
- ↑ "Presiden Jokowi Lantik Anggota Kabinet Indonesia Maju". Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat President - Kementerian Sekretariat Negara. 23 Oktober 2019. Diakses tanggal 21 Oktober 2024.
- ↑ "Presiden Prabowo Resmi Lantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden". Sekretariat Presiden Republik Indonesia. 22 Oktober 2024.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Puan Maharani |
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia 2019–2024 |
Diteruskan oleh: Pratikno |
| Didahului oleh: Anies Baswedan |
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 2016–2019 |
Diteruskan oleh: Nadiem Makarim |
- Orang hidup berusia 70
- Kelahiran 1956
- Profesor Indonesia
- Dosen Indonesia
- Dosen Universitas Muhammadiyah Malang
- Dosen Universitas Pelita Harapan
- Alumni Universitas Gadjah Mada
- Alumni Universitas Negeri Malang
- Alumni Universitas Muhammadiyah Malang
- Alumni Universitas Airlangga
- Tokoh Jawa
- Tokoh Jawa Timur
- Tokoh Madiun
- Tokoh dari Wonoasri
- Tokoh KNPI
- Tokoh Muhammadiyah
- Tokoh PII
- Politikus Indonesia
- Politikus Partai Golongan Karya
- Menteri Indonesia
- Menteri Kabinet Kerja
- Menteri Kabinet Indonesia Maju
- Menteri Koordinator Indonesia
- Menteri Pendidikan Indonesia
- Tokoh Himpunan Mahasiswa Islam