Suku Keluwat
Suku Kluet Batak Kluet | |
|---|---|
| Jumlah populasi | |
| 50.000 | |
| Bahasa | |
| Bahasa Kluet dan bahasa Indonesia juga digunakan | |
| Agama | |
| Mayoritas Islam | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Alas, Batak Karo, Batak Pakpak, Singkil, Gayo |
Suku Keluwat atau Suku Kluet adalah salah satu etnis rumpun Batak yang berada di Aceh Selatan, Indonesia. Suku Kluet dikelompokan ke dalam rumpun Batak Utara. Suku ini mendiami beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kecamatan Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Tengah, dan Kluet Timur.
Marga
Sebagaimana etnis-etnis disekitarnya, etnis Kluet juga mempunyai marga yang masih umum dipakai oleh sebagian kalangan masyarakatnya. Masyarakat Kluet memiliki 5 buah marga yaitu:
Marga yang terakhir adalah Caniago/Chaniago, yakni marga keturunan orang Minangkabau yang telah berasimilasi dengan Kluet sejak berabad-abad yang lalu. Empat marga di atas juga ditemukan dalam etnis Alas, Batak Karo, dan Batak Pakpak.[butuh rujukan]
Bahasa
Orang Kluet menggunakan bahasa Kluet yang termasuk ke dalam kelompok rumpun bahasa Batak. Bahasa Kluet terbagi atas 3 dialek, yaitu:
- Dialek Manggamat
- Paya Dapur
- Krueng Kluet
Budaya
Secara budaya lebih dekat dengan rumpun Batak Utara lainnya seperti Alas, Singkil, Gayo, Batak Karo, dan Batak Pakpak.
Hidangan khas
Hidangan khas Suku Kluet terdiri dari berbagai macam gulai atau disebut guli yang berbeda bahan dasarnya. Berikut adalah daftar hidangan yang berasal dan populer di Suku Kluet:[1]
- Guli jeruk tubis, berbahan rebung, udang, nangka muda, belimbing sayur, kacang panjang dan jantung pisang dengan bumbu cabai, daun temurui, poyak, asam sunti, kayu manis, serai, santan, bawang merah, bawang putih, ketumbar, lada dan adas.
- Guli ikan kerapu, berbahan ikan kerapu dengan bumbu tanpa asam sunti, lada, poyak, kayu manis, daun kari dan adas.
- Guli kemahang, berbahan kemahang dengan bumbu cabe kecil, terasi, bawang bombai dan asam keping.
- Guli nangko, berbahan nangka muda dengan bumbu tambahan berupa daun kunyit, asam jawa, cabai, daun jeruk, jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, garam dan santan.
- Guli terung, berbahan terung ungu dan kacang panjang.
- Sambe acom sunti, hidangan berupa asam sunti yang yang digiling bersama cabai dan bawang merah, kemudian ditumis atau digoreng. Terkadang ditambahkan ikan teri atau suwiran ikan lainnya.
Referensi
- ↑ Gardjito, Murdiati; Santoso, Umar; Utami, Nurullia (2018). Ragam Kuliner Aceh: Nikmat yang Sulit Dianggap Remeh. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBN 978-602-386-284-9.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)