Thalassodromeus
| Thalassodromeus Rentang waktu: | |
|---|---|
| Kerangka T. sethi rekonstruksi (bagian depan, postkraniumnya hipotetis), National Museum of Nature and Science, Tokyo | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Ordo: | †Pterosauria |
| Klad: | †Azhdarchoidea |
| Famili: | †Thalassodromidae |
| Genus: | †Thalassodromeus Kellner & Campos, 2002 |
| Spesies tipe | |
| †Thalassodromeus sethi Kellner & Campos, 2002 | |
| Spesies lainnya | |
| |
| Sinonim | |
| |
Thalassodromeus adalah sebuah genus pterosaurus yang hidup di wilayah yang kini adalah Brasil selama periode Kapur Awal, sekitar seratus juta tahun lalu. Tengkorak aslinya, yang ditemukan pada 1983 di Cekungan Araripe di Brasil timur laut, dikumpulkan dalam beberapa potongan. Pada 2002, tengkoraknya dijadikan sebagai spesimen holotipe dari Thalassodromeus sethi oleh paleontolog Alexander Kellner dan Diogenes de Almeida Campos. Nama genusnya berarti "pelari air" (yang merujuk kepada caranya mencari makan), sementara nama spesiesnya merujuk kepada dewa Mesir Kuno Set karena jambulnya yang dianggap mirip dengan mahkota milik Set.[1][2] Beberapa pakar lainnya berpendapat bahwa jambulnya lebih mirip dengan mahkota Amun.[3][2] Sebuah potongan ujung rahang dianggap sebagai milik T. sethi pada 2005, kemudian menjadi dasar sebuah genus baru, Banguela, pada 2015, sebelum akhirnya dimasukkan kembali pada Thalassodromeus sebagai bagian dari spesies T. oberlii pada 2018. Meski demikian, beberapa ahli lainnya tetap menganggap Banguela sebagai sebuah genus sah. Sebuah spesies lainnya (T. sebesensis) dideskripsikan pada 2015 bedasarkan sisa-sisa yang diinterpetasikan sebagai fragmen jambul, tetapi belakangan diketahui bahwa sisa-sisa itu sebenarnya merupakan bagian dari cangkang kura-kura.
Thalassodromeus memiliki salah satu tengkorak terbesar di antara pterosaurus lainnya, dengan panjang 1,42 m (4 ft 8 in) serta memiliki salah satu jambul kranial terbesar secara proporsional di antara jenis vertebrata lainnya. Meski hanya tengkoraknya saja yang diketahui, hewan ini diperkirakan memiliki rentang sayap 4,2 hingga 4,5 m (14 hingga 15 ft). Jambulnya ringan dan membentang dari ujung rahang atas hingga melewati bagian belakang tengkoraknya, serta berujung pada takik khas berbentuk huruf V. Rahangnya tidak memiliki gigi, serta memiliki tepi atas dan bawah yang lancip. Tengkoraknya memiliki fenestra nasoantorbital (bukaan yang menggabungkan fenestra antorbital di depan mata dengan bagian tulang di hidung), sementara sebagain lelangitnya cekung. Rahang bawahnya mirip belati, dan barangkali terposisikan sedikit ke arah atas. Kerabat terdekat genus ini adalah Tupuxuara; keduanya termasuk dalam sebuah klad yang bernama Thalassodromidae, yang, menurut studinya, ditempatkan di dalam Tapejaromorpha sehingga berkerabat dekat dengan famili Tapejaridae, atau di dalam Neoazhdarchia, berkerabat dekat dengan Dsungaripteridae.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Kellner, A. W. A.; Campos, D. A. (2002). "The function of the cranial crest and jaws of a unique pterosaur from the early Cretaceous of Brazil" (PDF). Science. 297 (5580): 389–392. Bibcode:2002Sci...297..389K. doi:10.1126/science.1073186. PMID 12130783. S2CID 45430990.
- 1 2 Witton 2013, hlm. 234–243.
- ↑ Kellner, A. W. A.; Campos, D. A. (2002). "The function of the cranial crest and jaws of a unique pterosaur from the early Cretaceous of Brazil" (PDF). Science. 297 (5580): 389–392. Bibcode:2002Sci...297..389K. doi:10.1126/science.1073186. PMID 12130783. S2CID 45430990.