Lompat ke isi

Zara (pakaian)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Zara SA
JenisSociedad Anónima
IndustriRitel
Didirikan1975; 51 tahun lalu (1975) (dengan nama Zorba) di Spanyol
PendiriAmancio Ortega
Rosalía Mera
Wilayah yang dilayani
Seluruh dunia
Tokoh kunci
ProdukPakaian
Pendapatan€18,021 miliar (2018)[1][2]
IndukInditex
Departemen pria pada gerai Zara di Almere, Belanda
Pakaian Zara yang diproduksi di Portugal
Gerai Zara di New York City, dekat One World Trade Center

Zara SA, ditulis sebagai ZARA, (bahasa Spanyol: [ˈθaɾa]) adalah peritel pakaian yang berkantor pusat di Arteixo (A Coruña), Galicia, Spanyol.[3] Perusahaan ini fokus pada mode cepat, dan produknya meliputi pakaian, aksesori, sepatu, pakaian renang, kecantikan, dan parfum.[4] Perusahaan ini adalah yang terbesar di dalam Inditex Group,[5] peritel pakaian terbesar di dunia. Hingga tahun 2017, perusahaan ini mengelola hingga 20 koleksi pakaian per tahun.[6]

Awal mula

[sunting | sunting sumber]

Amancio Ortega membuka gerai pertama Zara pada tahun 1975 di A Coruña, Galicia, Spanyol. Ortega awalnya memakai nama Zorba, sesuai nama film klasik Zorba the Greek, tetapi setelah tahu bahwa ada bar dengan nama yang sama di dekatnya, ia pun mengubah nama gerainya menjadi "Zara".[7][8] Gerai tersebut menjual produk yang mirip dengan produk kelas atas yang sedang populer, tetapi dengan harga yang lebih murah. Ortega kemudian membuka sejumlah gerai baru di seantero Spanyol. Selama dekade 1980-an, Ortega mengubah proses perancangan, produksi, dan distribusinya agar dapat bereaksi lebih cepat terhadap tren baru, yang ia sebut sebagai "mode instan". Perubahan tersebut juga meliputi penggunaan teknologi informasi dan penggunaan sekelompok perancang, bukannya perorangan

Pada tahun 1985, Amancio Ortega mendirikan sebuah perusahaan induk untuk Zara, sebelum berekspansi secara global. Pada tahun 1988, perusahaan ini resmi berekspansi ke Porto, Portugal.[9] Pada tahun 1989, Zara berekspansi ke Amerika Serikat, dan setahun kemudian berekspansi ke Prancis.[10] Selama dekade 1990-an, Zara berekspansi ke Meksiko (1992),[11] Yunani, Belgia, dan Swedia (1993). Pada awal dekade 2000-an, Zara berekspansi ke Brazil (2000); Jepang dan Singapura (2002); Rusia dan Malaysia (2003),[12][13][14] Tiongkok,[15] Maroko,[16] Estonia,[17] Hungaria,[18] dan Romania (2004);[19] Filipina,[13] Kosta Rika,[20] dan Indonesia (2005);[21] Korea Selatan (2008);[22] India (2010);[23] Taiwan, Afrika Selatan, dan Australia (2011),[24][25] serta Peru (2012).[26]

Pada bulan September 2010, Zara meluncurkan butik daring di Spanyol, Britania Raya, Portugal, Italia, Jerman, dan Prancis.[27] Pada bulan November 2010, Zara Online berekspansi ke Austria, Irlandia, Belanda, Belgia, dan Luxembourg.[28] Butik daring Zara juga mulai beroperasi di Amerika Serikat pada tahun 2011,[29] di Rusia dan Kanada pada tahun 2013,[30][31][32] di Meksiko pada tahun 2014,[33] di Korea Selatan pada tahun 2014,[34][35] di Romania pada tahun 2016,[36] di India pada tahun 2017, di Brazil pada tahun 2019, dan di Peru pada tahun 2020.[37]

Pada tahun 2014, Zara memperkenalkan penggunaan teknologi RFID di gerainya. Chip RFID diletakkan di label yang dilepas dari produknya setelah dibayar, dan chip tersebut dapat digunakan kembali. Chip tersebut memungkinkan perusahaan ini untuk mengetahui lokasi produknya dengan cepat, dengan mendeteksi sinyal radio dari chip RFID tersebut. Saat produk tersebut terjual, gudang juga akan mendapat notifikasi bahwa stok dari produk tersebut dapat segera dikeluarkan dari gudang. Produk yang tidak ada di rak juga dapat ditemukan dengan mudah menggunakan RFID.[38]

Pada tahun 2015, Zara menempati peringkat ke-30 dalam daftar merek global terbaik di dunia yang disusun oleh Interbrand.[39]

Pada tahun 2019, Zara mengubah logonya.[40] Logo tersebut dirancang oleh Baron & Baron asal Prancis.[41]

Pada tahun 2019, Global Fashion Business Journal menyatakan bahwa walaupun perdagangan tekstil dunia turun sebesar 2,38%, Zara tetap dapat tumbuh sebesar 2,17%.[42]

Pada tahun 2019, CEO Zara menyatakan bahwa mereka sedang menunggu turunnya harga sewa gerai, agar dapat melanjutkan ekspansinya. Zara pun berencana menutup sejumlah gerainya di Eropa pada tahun 2020.[43]

Gerai Zara menjual pakaian pria dan wanita, serta pakaian anak-anak (Zara Kids). Sementara Zara Home hanya ditawarkan di gerainya di Eropa. Produk Zara diproduksi sesuai tren konsumen. Mayoritas konsumen Zara berusia 18 hingga 35 tahun. Rantai pasok Zara mengirimkan produk baru sebanyak dua kali dalam seminggu. Setelah dirancang, suatu produk hanya membutuhkan 10-15 hari untuk mencapai gerai.[44] Semua pakaian buatan Zara diproses melalui pusat distribusinya di Spanyol, di mana pakaian tersebut akan diinspeksi, disortir, dilabeli, dan dimuat ke dalam truk. Sebagian besar pakaian tersebut pun akan sampai di gerainya dalam waktu 48 jam. Zara memproduksi lebih dari 450 juta potong pakaian per tahun.[45]

Produksi dan distribusi

[sunting | sunting sumber]
Gerai Zara di Easton Town Center, Columbus, Ohio, Amerika Serikat.

Diberitakan bahwa Zara hanya memerlukan waktu satu minggu untuk mengembangkan produk baru dan mengirimnya ke gerai, jauh lebih cepat daripada rata-rata industrinya, yakni enam bulan. Zara memproduksi sekitar 40.000 rancangan, yang mana sekitar 12.000 rancangan di antaranya dipilih dan diproduksi secara hati-hati tiap tahun.[46] Zara memiliki kebijakan untuk tidak memasang iklan,[7] dan lebih memilih untuk mengeluarkan uangnya guna membuka gerai baru.[47]

Zara membuka pabrik di La Coruña pada tahun 1980, lalu meningkatkan pabrik tersebut menjadi fasilitas produksi dan distribusi bertipe milk run terbalik pada tahun 1990. Pendekatan yang dirancang oleh Toyota tersebut awalnya disebut sebagai sistem just-in-time (JIT). Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan ini untuk menerapkan sebuah model bisnis yang dapat mengendalikan bahan baku, proses produksi, penyelesaian produksi, dan distribusi ke gerai di seluruh dunia hanya dalam waktu beberapa hari.[48]

Zara di Indonesia

[sunting | sunting sumber]

Zara beroperasi di Indonesia melalui waralaba yang dipegang oleh Mitra Adiperkasa. Hingga tahun 2026, terdapat 15 gerai Zara di Indonesia.[49]

Daftar gerai Zara di Indonesia
Nama Alamat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Zara Central Park Jakarta Central Park Jakarta, Jl. Letjen S. Parman No.Kav.28, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11470
Zara Grand Indonesia Grand Indonesia, Jl. MH Thamrin No.1, Menteng, Menteng, Jakarta Pusat 10310
Zara Kota Kasablanka Kota Kasablanka, Jl. Raya Casablanca No.Kav 88, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870
Zara Lippo Mall Puri Lippo Mall Puri, Jl. Puri Indah Raya Blok U1, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Zara Plaza Indonesia Plaza Indonesia, Jl. M.H. Thamrin No.28-30, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Zara Plaza Senayan Plaza Senayan, Jl. Asia Afrika No.8, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10270
Zara Pondok Indah Mall 2 Pondok Indah Mall 2, Jl. Metro Pondok Indah No.Kav.IV, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310
Zara Senayan City Senayan City, Jl. Asia Afrika No.19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10270
Zara Summarecon Mall Kelapa Gading Summarecon Mall Kelapa Gading, Jl. Boulevard Raya, Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240
Jawa Barat
Zara 23 Paskal Shopping Center 23 Paskal Shopping Center, Jl. Pasir Kaliki No.25-27, Ciroyom, Andir, Bandung 40182
Sumatera Utara
Zara Sun Plaza Sun Plaza, Jl. KH. Zainul Arifin No.7, Madras Hulu, Medan Polonia, Medan 20152
Jawa Timur
Zara Pakuwon Mall Surabaya Pakuwon Mall Surabaya, Jl. Puncak Indah Lontar No.2, Babatan, Wiyung, Surabaya 60227
Zara Tunjungan Plaza Tunjungan Plaza, Jl. Jenderal Basuki Rachmat No.8-12, Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya 60261
Bali
Zara Beachwalk Beachwalk, Jl. Pantai Kuta, Kuta, Kuta, Badung 80361
Sulawesi Selatan
Zara Trans Studio Mall Makassar Trans Studio Mall Makassar, Jl. Metro Tanjung Bunga, Maccini Sombala, Tamalate, Makassar 90224

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ "Inditex Annual Report 2018" (PDF).
  2. ↑ "Zara, motor de Inditex". 11 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Zara is facing a massive threat that could jeopardize the business". businessinsider.de. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-04. Diakses tanggal 13 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "ZARA United States | New Collection Online". www.zara.com. Diakses tanggal 2019-07-27.
  5. ↑ "Global stretch". The Economist. 10 Maret 2011. Diakses tanggal 5 November 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Looking good can be extremely bad for the planet". The Economist. 8 April 2017. Diakses tanggal 16 April 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Hansen, Suzy (9 November 2012). "How Zara Grew Into the World's Largest Fashion Retailer". The New York Times. hlm. 2.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ How Zara became the world's biggest fashion retailer. Graham Ruddick. 20 October 2015. Telegraph. accessed 5 April 2016.
  9. ↑ "Spanish domination - Zara brand profile - Marketing Magazine". marketingmag.com.au. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-13. Diakses tanggal 13 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Why high street giant Zara always gets it right". Irish Independent. 29 Oktober 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Fashion invasion". The Economist. 8 Desember 2012. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Kreknina, Aleksandra (25 Oktober 2012). "Zara plans to open over 50 shops in Russia every year". Russia Beyond The Headlines. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2 John Dawson; Roy Larke; Masao Mukoyama (21 Agustus 2006). Strategic Issues in International Retailing. Routledge.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Robert D. Hisrich; Claudine Kearney (25 Juni 2013). Managing Innovation and Entrepreneurship. Sage Publications.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Zara takes a cautious step into China". Just-Style. 6 September 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 16 April 2016. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Robb Young (5 November 2013). "In North Africa, a Story of Morocco and the Rest". Business of Fashion. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Zara opens in the Baltic republics by opening a store in Estonia". El País. El Pais. 17 Agustus 2004. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Milestones in Hungary's fashion life". Property Magazine. 11 Oktober 2012. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ "Zara launches online shop in Romania". Romania Insider. 1 April 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 1 September 2014. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Zara Opens in Costa Rica". Inside Costa Rica. 16 Mei 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-19. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Mitra Adiperkasa offers everything, from Zara to Starbucks". The Jakarta Post. 24 April 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Juni 2014. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "Spains Zara Opens First Store in Korea". The Korea Times. 29 April 2008. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ "Fashion chain Zara opens its first Indian store". BBC. 31 Mei 2010. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ Emma Jordan (19 Januari 2011). "Zara to Open in South Africa". iFashion. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ "Global phenomenon Zara finally opens in Sydney". Vogue. 19 April 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 15 September 2016. Diakses tanggal 8 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "Gestión | EL DIARIO DE ECONOMÍA Y NEGOCIOS DE PERÚ". archivo.gestion.pe. Diakses tanggal 2021-01-20.
  27. ↑ "Zara launches online boutique". fashionunited.com. 6 September 2010. Diakses tanggal 22 Juni 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ "Zara.com launches in 5 more countries". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-06. Diakses tanggal 30 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ "Inditex post record profits". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-06. Diakses tanggal 30 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ "Zara's Secret To Success: The New Science Of Retailing". Forbes. 14 Oktober 2013. Diakses tanggal 29 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ Mary Kim (12 Februari 2013). "Zara To Launch Canadian Online Story". The Huffington Post. Diakses tanggal 29 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ Michelle Reddick (5 Maret 2013). "Zara launches online shopping in Canada". Toronto Life. Diakses tanggal 29 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ Katie Evans (10 September 2014). "Zara sells online in Mexico". Internet Retailer. Diakses tanggal 29 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ "Zara launches online in South Korea". Inside Retail. 7 Oktober 2014. Diakses tanggal 29 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ "Inditex: Zara to launch online platforms in South Korea and Mexico". Evigo. 12 Desember 2013. Diakses tanggal 29 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ "Zara launches online store in Romania". Ecommerce News. 28 Maret 2014. Diakses tanggal 29 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ "Perú: Zara anuncia la apertura de su tienda online". Perú Retail (dalam bahasa American English). 2020-06-03. Diakses tanggal 2021-01-20.[pranala nonaktif permanen]
  38. ↑ Bjork, Christopher (16 September 2014). "Zara Builds Its Business Around RFID". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 29 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ "Zara". Interbrand. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-05. Diakses tanggal 9 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ "Zara's new logo may be the future of branding, love it or hate it". Fast Company. 29 Januari 2019. Diakses tanggal 15 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ "ZARA's new logo squeezes out criticism from other designers".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  42. ↑ "Giants in the kingdom of Zara: Inditex, H&M and Primark dominate 38% of fashion sales". www.themds.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-07-31.
  43. ↑ "H&M and Zara Are Closing Stores To Get Ahead". Fortune (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-11.
  44. ↑ The Future of Fashion Retailing: The Zara Approach 25 October 2012. Greg Petro. Forbes. accessed 5 April 2016
  45. ↑ Zara's Fast-Fashion Edge. Susan Berfield and Manuel Baigorri. 14 November 2013. Bloomberg. accessed 5 April 2016
  46. ↑ Burgen, Stephen (17 Agustus 2012). "Fashion chain Zara helps Inditex lift first quarter profits by 30%". The Guardian. The Guardian. Diakses tanggal 12 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  47. ↑ Zara's Big Idea: What the World's Top Fashion Retailer Tells Us About Innovation. Derek Thompson. 13 November 2012. The Atlantic. accessed 5 April 2016
  48. ↑ Kojima, Kensuke (2011). Uniqlo Syndrome. Japan: Tenkai. ISBN 978-4-492-76191-5.
  49. ↑ "Mitra Adiperkasa menjala pasar negeri tetangga". Kontan. 13 Februari 2018. Diakses tanggal 22 Juli 2026.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]