Kraksaan, Probolinggo
Kraksaan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Koordinat: 7°45′04″S 113°25′48″E / 7.7511°S 113.43°E | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Probolinggo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Puja Kurniawan, S.STP., M.Si. | ||||
| Populasi (2025) | |||||
| • Total | 71.679 jiwa | ||||
| Kode pos | 67282 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.13.14 | ||||
| Kode BPS | 3513150 | ||||
| Luas | 37,80 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 18 | ||||
| |||||
Kraksaan (atau juga sering disebut Kota Kraksaan) adalah kecamatan yang menjadi ibu kota Kabupaten Probolinggo sekaligus pusat ekonomi Probolinggo timur. Kraksaan merupakan kecamatan yang strategis di Jalan Pantura yang menghubungkan Surabaya dengan Situbondo dan Banyuwangi. Kraksaan juga dapat diakses dari Exit Tol Kraksaan di ruas Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.[1] Kecamatan ini memiliki alun-alun, masjid agung, rumah sakit, perguruan tinggi, hingga berbagai kantor pemerintahan. Selain itu, Kraksaan juga dilengkapi pusat perbelanjaan seperti Diva Swalayan dan Pasar Semampir yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Probolinggo.[2]
Kraksaan adalah kota kecil dengan sejarah yang panjang. Bahkan dahulu Kraksaan juga pernah menjadi kabupaten tersendiri bernama Kabupaten Kraksaan, sebelumnya akhirnya dibubarkan dan digabungkan kembali ke Probolinggo. Kraksaan diresmikan menjadi ibu kota kabupaten pada tahun 2010 yang dipindahkan dari Kota Probolinggo.[3] Setiap tanggal 5 Januari diperingati peristiwa penting yaitu Hari Jadi Kota Kraksaan.[4] Pada tahun 2025, Kraksaan menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga setelah Tiris dan Paiton, tetapi kepadatan penduduknya paling tinggi.[5]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Kraksaan adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Probolinggo bagian timur. Peningkatan kawasan urban di Kraksaan merupakan yang terpesat di Probolinggo bagian timur, walaupun tidak semasif Kota Probolinggo. Wilayah urban di Kraksaan umumnya sudah berstatus kelurahan, sedangkan sisanya masih berupa pedesaan dan lahan pertaniannya cukup luas. Bagian utara Kraksaan seperti Kalibuntu berbatasan dengan lautan dengan lahan yang didominasi areal tambak dan mangrove. Kraksaan dilewati beberapa sungai yang berhilir di pesisir utara. Di antaranya adalah Sungai Kertosono yang melintas di tengah kota, Sungai Rondoningo di barat, dan Sungai Besuk di timur.
Batas wilayah Kecamatan Kraksaan adalah sebagai berikut:[5]
| Utara | Selat Madura |
|---|---|
| Timur | Kecamatan Paiton dan Kecamatan Besuk |
| Selatan | Kecamatan Krejengan |
| Barat | Kecamatan Pajarakan |
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama daerah ini berasal dari kata krasan yang berarti "betah". Wilayah Probolinggo timur dulunya merupakan kekuasaan Majapahit dengan bukti peninggalan seperti Candi Jabung di Paiton. Konon, Raja Hayam Wuruk rutin berkeliling di wilayah kekuasaannya, dan ketika singgah di wilayah ini beliau merasa betah atau krasan.[6] Sedangkan dalam versi cerita lainnya, Kraksaan dibabat atau didirikan oleh seseorang bernama KH Abdul Wahab atau Kyai Ronggo. Salah satu peninggalannya yaitu Masjid Agung Ar-Roudloh yang didirikan sekitar tahun 1734 silam. Walaupun mengalami renovasi besar-besaran, beberapa bagian masjid masih asli misalnya bedug dan tiang jati.[7] Kyai Ronggo dimakamkan di Kelurahan Sidomukti dan rutin diziarahi terutama saat hari jadi.[8]

Kraksaan mengalami perkembangan yang pesat terutama pada masa kolonial Belanda. Wilayah Probolinggo pada masa itu memang dipetakan sebagai sentra perkebunan terutama komoditas tebu dan tembakau. Bahkan di Kraksaan pernah berdiri sebuah pabrik gula besar yaitu PG Kandang Djati yang ditopang oleh Stasiun Kraksaan. Sayangnya kedua bangunan penting tersebut sekarang sudah terbengkalai.[9] Sekitar abad ke-19, Kraksaan berstatus afdeeling yang dipimpin oleh Asisten Residen dari Eropa dan Patih dari kaum pribumi. Sejak awal tahun 1900-an, Kraksaan menjadi bagian dari Karesidenan Pasuruan. Pada tahun 1928, Pemerintah Hindia Belanda secara resmi mendirikan Regentschap atau kabupaten baru yaitu Kabupaten Kraksaan dan Lumajang yang sebelumnya merupakan bagian dari Probolinggo. Tumenggung Ario Djojodiprodjo diangkat sebagai bupati pertama dan infrastruktur seperti alun-alun dan pendopo mulai dibangun. Dengan berbagai alasan seperti penghematan anggaran, Kabupaten Kraksaan dilebur ke Kabupaten Probolinggo pada tahun 1935.[10][11]
Pasca Kabupaten Kraksaan dibubarkan, Kraksaan statusnya turun menjadi kawedanan atau daerah pembantu bupati. Kawedanan Kraksaan membawahi beberapa kecamatan seperti Pajarakan, Krejengan, Besuk. Kraksaan adalah satu dari 7 kawedanan yang ada di Probolinggo pada tahun 1936 selain Kawedanan Probolinggo, Soekopoero, Tongas, Gending, Gading, dan Paiton.[12] Pasca kemerdekaan, kawedanan dibubarkan sehingga kecamatan berada langsung di bawah kabupaten. Berdasarkan PP No. 2 Tahun 2010, ibu kota Kabupaten Probolinggo secara resmi berpindah ke Kraksaan.[3] Kantor pemkab yang sebelumnya masih tersebar di Kota Probolinggo dan Dringu secara bertahap dipindahkan ke Kraksaan. Kantor Bupati sendiri diresmikan pada tahun 2017.[13] Hari Jadi Kota Kraksaan secara resmi diperingati setiap tanggal 5 Januari.[4]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- PG Kandang Djati
- Pejabat Kabupaten Kraksaan
- Kantor pos dan telegraf Kraksaan
- Jalan Raya Pos (Jalan Pantura) di Kraksaan
- Pelabuhan nelayan di Kalibuntu
Daftar kelurahan dan desa
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Kraksaan terdiri dari 5 kelurahan dan 13 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau blok, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Wilayah | Tipe | Nama Dusun |
|---|---|---|---|
| 1 | Alassumur Kulon | Desa | Krajan, Jujuk, Kantor, Masjid, Wakaf |
| 2 | Asembagus | Desa | Asem Kandang, Calok Elang |
| 3 | Asembakor | Desa | Krajan, Bringin Anom, Karanganyar, Kebon Asem |
| 4 | Bulu | Desa | Krajan, Sekolahan, Slamet, Sumber, Togur |
| 5 | Kalibuntu | Desa | Krajan, Bong, Durian, Gilin, Karangpandan, Landangan, Nambangan, Sambilangan, Tambakrejo |
| 6 | Kandangjati Kulon | Kelurahan | - |
| 7 | Kandangjati Wetan | Desa | Krajan, Kramat |
| 8 | Kebonagung | Desa | Krajan, Gilin, Karang Asem, Karang Dampit, Pengadangan |
| 9 | Kraksaan Wetan | Kelurahan | - |
| 10 | Kregenan | Desa | Krajan, Bardan, Blumbang, Karangtikung, Masjid, Nangger, Penangan, Punden, Silayar |
| 11 | Patokan | Kelurahan | - |
| 12 | Rangkang | Desa | Krajan, Toroyan |
| 13 | Rondokuning | Desa | Dermogo, Lesan, Padukuhan, Sedempok, Sukunan |
| 14 | Semampir | Kelurahan | - |
| 15 | Sidopekso | Desa | Krajan, Bukolan, Gubidan, Gudang, Karang Dampit, Kenari, Masjid, Perumahan |
| 16 | Sidomukti | Kelurahan | - |
| 17 | Sumberlele | Desa | Sumber Armi |
| 18 | Tamansari | Desa | Krajan, Parseh |
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]


- Alun-alun Kraksaan
- Masjid Agung Ar-Raudlah
- Kantor Bersama SAMSAT Kraksaan
- Stadion Gelora Merdeka
- Gedung Islamic Centre Kraksaan
- Universitas Zainul Hasan (UNZAH) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan - perguruan tinggi yang dinaungi oleh Ponpes Genggong
Pusat perbelanjaan
[sunting | sunting sumber]- Pasar Semampir - salah satu pasar terbesar di Probolinggo
- Pasar Buah Semampir
- Diva Swalayan
Pariwisata dan kuliner
[sunting | sunting sumber]- Hutan Kota Kraksaan
- Kolam renang Tirta Lestari
- Sumberlele Park
- Pantai Kalibuntu
- Warteg Bu Wiwik
- Soto Pak Koya
- Mie Combor
Fasilitas kesehatan
[sunting | sunting sumber]- RSUD Waluyo Jati
- RS Graha Sehat
- Puskesmas Kraksaan
Kebudayaan
[sunting | sunting sumber]
Petik laut Kalibuntu
[sunting | sunting sumber]Petik laut adalah tradisi rutin yang digelar tiap tahunnya di Kalibuntu, sebuah desa yang terletak di pesisir utara Kraksaan. Tradisi petik laut ini sejatinya merupakan bentuk selamatan desa dan para warga sebagai syukur atas nikmat dan rezeki melimpah kepada para nelayan ataupun bagi para petani garam di Desa Kalibuntu. Dalam tradisi ini ribuan warga menyiapkan larung sesaji dengan aneka hasil bumi dan laut dibentuk sebuah kapal kecil. Kemudian dilarung ke tengah laut diiringi ratusan kapal milik nelayan setempat yang sudah dihias. Selain sebagai rasa syukur, tradisi ini juga berisi doa dan harapan agar hasil perikanan di tahun berikutnya juga melimpah. Petik laut di Kalibuntu adalah kearifan lokal yang perlu dilestarikan karena membawa berbagai manfaat seperti meningkatkan kesadaran akan pelestarian ekosistem laut.[14]
Kuliner
[sunting | sunting sumber]
Mie Combor
[sunting | sunting sumber]Mie Combor adalah salah satu kuliner legendaris di Kota Kraksaan. Nama "Combor" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "berkuah banyak," menggambarkan sajian ini yang identik dengan kuah melimpah. Komposisinya terdiri dari mie kuning yang dipadukan dengan tauge, irisan daging ayam kampung, dan telur asin sebagai pelengkap. Sedangkan bumbunya cukup sederhana yaitu bawang putih, merica, dan daun bawang. Hal yang membuat Mie Combor semakin istimewa adalah proses memasaknya yang masih menggunakan arang. Salah satu tempat paling ikonik untuk menikmati Mie Combor adalah Warung Bu Sani, yang terletak di sisi barat Alun-alun Kota Kraksaan.[15]
Soto Kraksaan
[sunting | sunting sumber]Kota ini memiliki makanan khas yang hampir sama dengan kota lainnya, namun memiliki ciri tersendiri seperti Soto Kraksaan. Bumbu dasar yang digunakan untuk meracik soto Kraksaan sebenarnya lebih mirip dengan soto lamongan. Mulai dari bawang merah, bawang putih, merica, ketumbar sangrai, serai, jahe, lengkuas, dan kunyit. Hanya saja, bumbu soto Kraksaan tidak menggunakan kemiri. Koya yang digunakan juga unik karena terbuat dari kelapa parut yang disangrai sampai kecokelatan, sehingga berbeda dari koya lainnya yang terbuat dari kerupuk udang. Soto Kraksaan juga dilengkapi dengan irisan kentang kukus serta kerupuk udang sebagai pelengkap. Salah satu warung soto Kraksaan yang terkenal adalah Warung Soto Pak Koya yang berlokasi di sebelah barat Gedung Islamic Center.[16]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Nelayan di Kalibuntu
- Sungai Rondoningo
- Tampak depan kantor bupati
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Ahmad Faisol, Icha Rastika (2025-10-26). "Gerbang Tol Kraksaan Probolinggo Dibuka Fungsional Jelang Nataru". KOMPAS.
- ↑ Ikhsan Mahmudi, Witanto (2020-04-29). "Pasar Semampir Kraksaan Terapkan Physical Distancing". NGOPIBARENG.id.
- 1 2 "Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2010 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Probolinggo Dari Wilayah Kota Probolinggo Ke Wilayah Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur".
- 1 2 Syamsul Akbar (2026-01-07). "Upacara Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan Sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo Angkat Keberagaman Budaya Nusantara". probolinggokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
- 1 2 Kabupaten Probolinggo Dalam Angka 2026. BPS Kabupaten Probolinggo. 2026-02-27.
- ↑ Hilal Lahan Amrullah (2026-01-06). "Peringati HUT ke-16 Kota Kraksaan, Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ: Lebih Maju, Lebih Sejahtera". TADATODAYS.
- ↑ Agus Faiz Musleh (2024-10-19). "Kisah Masjid Agung Ar-Raudlah, Peninggalan Bersejarah Kiai Ronggo Pembabat Alas Kraksaan". RADAR BROMO.
- ↑ Syamsul Akbar (2026-01-05). "Peringati Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan, Pemkab Probolinggo Gelar Ziarah Makam Kiai Ronggo". probolinggokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
- ↑ Jawanto Arifin (2021-12-25). "Pabrik Gula Kandang Djati, Jejak Jaya Pabrik Gula di Kraksaan". RADAR BROMO.
- ↑ Agus Faiz Musleh (2023-09-17). "Menelusuri Jejak Kraksaan sebagai Kabupaten, Pernah Dipimpin Bupati Pertama dan Terakhir". RADAR BROMO.
- ↑ Achmad Budiman (2023-10-25). "Bupati Pertama dan Terakhir Kabupaten Kraksaan". ANJANI.id.
- ↑ [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
- ↑ Galih Lintartika (2017-05-08). "Kantor Pemerintahan Probolinggo Senilai Rp 120 Miliar Diresmikan, Ini Pesan Bupati". TRIBUN PASURUAN.
- ↑ M Rofiq (2024-07-22). "Petik Laut, Tradisi Nelayan Probolinggo Bersyukur Atas Nikmat dan Rezeki". DETIK JATIM.
- ↑ Armandsyah (2025-01-13). "Mie Combor: Kuliner Malam Legendaris Khas Kraksaan Probolinggo yang Sarat Sejarah". SUARA JATIM POST.
- ↑ Riska Fitria (2025-06-10). "Uniknya Soto Kraksaan Khas Probolinggo, Pakai Irisan Singkong dan Koya Kelapa". DETIK FOOD.
