Niobium
41Nb Niobium | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Kristal dan kubus niobium 1 cm3 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Garis spektrum niobium | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sifat umum | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengucapan | /niobium/[1] | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penampilan | abu-abu metalik, kebiruan ketika teroksidasi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Niobium dalam tabel periodik | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nomor atom (Z) | 41 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Golongan | golongan 5 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Periode | periode 5 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Blok | blok-d | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kategori unsur | logam transisi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Berat atom standar (Ar) |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Konfigurasi elektron | [Kr] 4d4 5s1 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Elektron per kelopak | 2, 8, 18, 12, 1 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sifat fisik | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Fase pada STS (0 °C dan 101,325 kPa) | padat | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Titik lebur | 2750 K (2477 °C, 4491 °F) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Titik didih | 5017 K (4744 °C, 8571 °F) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kepadatan mendekati s.k. | 8,57 g/cm3 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kalor peleburan | 30 kJ/mol | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kalor penguapan | 689,9 kJ/mol | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kapasitas kalor molar | 24,60 J/(mol·K) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tekanan uap
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sifat atom | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Bilangan oksidasi | −3, −1, 0, +1, +2, +3, +4, +5 (oksida agak asam) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Elektronegativitas | Skala Pauling: 1,6 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jari-jari atom | empiris: 146 pm | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jari-jari kovalen | 164±6 pm | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lain-lain | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kelimpahan alami | primordial | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Struktur kristal | kubus berpusat badan (bcc) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kecepatan suara batang ringan | 3480 m/s (suhu 20 °C) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ekspansi kalor | 7,3 µm/(m·K) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Konduktivitas termal | 53,7 W/(m·K) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Resistivitas listrik | 152 nΩ·m (suhu 0 °C) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Arah magnet | paramagnetik | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Modulus Young | 105 GPa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Modulus Shear | 38 GPa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Modulus curah | 170 GPa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Rasio Poisson | 0,40 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Skala Mohs | 6,0 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Skala Vickers | 870–1320 MPa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Skala Brinell | 735–2450 MPa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nomor CAS | 7440-03-1 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sejarah | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penamaan | dari Niobe dalam mitologi Yunani, putri dari Tantalus (tantalum) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Penemuan | C. Hatchett (1801) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Isolasi pertama | Christian W. Blomstrand (1864) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Diketahui sebagai unsur kimia yang berbeda oleh | H. Rose (1844) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Isotop niobium yang utama | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Niobium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Nb (sebelumnya disebut kolumbium, dengan lambang Cb) dan nomor atom 41. Niobium merupakan logam transisi berwarna abu-abu muda dengan struktur kristalin. Niobium murni memiliki tingkat kekerasan pada skala Mohs yang mirip dengan titanium murni[2] dan memiliki keuletan yang serupa dengan besi. Niobium teroksidasi di atmosfer Bumi dengan sangat lambat sehingga digunakan dalam perhiasan sebagai alternatif hipoalergenik dari nikel. Niobium ditemukan dalam mineral piroklor dan kolumbit, serta dalam berbagai mineral lainnya. Namanya berasal dari mitologi Yunani, yaitu Niobe, putri Tantalos, yang menjadi asal nama unsur tantalum. Nama tersebut mencerminkan kemiripan yang sangat besar antara niobium dan tantalum dalam sifat fisik maupun kimianya, sehingga keduanya sulit dibedakan.[3]
Kimiawan Inggris Charles Hatchett melaporkan adanya unsur baru yang mirip dengan tantalum pada tahun 1801 dan menamainya kolumbium. Pada tahun 1809, kimiawan Inggris William H. Wollaston secara keliru menyimpulkan bahwa tantalum dan kolumbium merupakan unsur yang sama. Pada tahun 1846, kimiawan Jerman Heinrich Rose menentukan bahwa bijih tantalum mengandung unsur kedua, yang kemudian dia namai niobium. Pada tahun 1864 dan 1865, serangkaian penemuan ilmiah memperjelas bahwa niobium dan kolumbium merupakan unsur yang sama (dan berbeda dari tantalum). Selama sekitar satu abad, kedua nama tersebut digunakan secara bergantian. Niobium secara resmi ditetapkan sebagai nama unsur ini pada tahun 1949, tetapi nama kolumbium masih digunakan hingga sekarang dalam bidang metalurgi di Amerika Serikat.
Niobium baru mulai digunakan secara komersial pada awal abad ke-20. Niobium merupakan bahan tambahan penting dalam baja paduan rendah berkekuatan tinggi. Brasil merupakan produsen utama niobium dan feroniobium, yaitu paduan yang terdiri atas sekitar 60–70% niobium dan besi. Niobium sebagian besar digunakan dalam bentuk paduan, dengan penggunaan terbesar pada baja khusus, seperti baja yang digunakan untuk pipa saluran gas. Meskipun paduan tersebut mengandung niobium dalam jumlah maksimum hanya sekitar 0,1%, persentase kecil ini dapat meningkatkan kekuatan baja dengan mengikat atau menghilangkan karbida dan nitrida. Ketahanan terhadap suhu tinggi dari superpaduan yang mengandung niobium sangat penting untuk penggunaannya pada mesin jet dan mesin roket.
Niobium juga digunakan dalam berbagai material superkonduktor. Paduan yang juga mengandung titanium dan timah ini banyak digunakan dalam magnet superkonduktor pada pemindai MRI. Penggunaan niobium lainnya meliputi pengelasan[4], industri nuklir, elektronik, optik, dan perhiasan. Dalam aplikasi perhiasan, toksisitas yang rendah serta efek iridesensi yang dihasilkan melalui proses anodisasi merupakan sifat yang sangat diinginkan.[5]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]

Niobium diidentifikasi oleh kimiawan Inggris Charles Hatchett pada tahun 1801.[6][7][8] Dia menemukan unsur baru dalam sampel mineral yang dikirim ke Inggris dari Connecticut, Amerika Serikat, pada tahun 1734 oleh John Winthrop (cucu John Winthrop the Younger). Hatchett menamai mineral tersebut "kolumbit" dan unsur barunya "kolumbium", diambil dari Columbia, nama puitis untuk Amerika Serikat.[9][10][11] Kolumbium yang ditemukan Hatchett kemungkinan merupakan campuran unsur baru tersebut dengan tantalum.[9]
Selanjutnya, terjadi kebingungan yang cukup besar[12] mengenai perbedaan antara kolumbium (niobium) dan tantalum yang memiliki hubungan sangat dekat. Pada tahun 1809, kimiawan Inggris William H. Wollaston membandingkan oksida yang berasal dari kolumbium (yaitu kolumbit, dengan densitas 5,918 g/cm3) dan tantalum (yaitu tantalit, dengan densitas lebih dari 8 g/cm3). Dia menyimpulkan bahwa kedua oksida tersebut, meskipun memiliki perbedaan densitas yang signifikan, sebenarnya sama. Oleh karena itu, dia tetap menggunakan nama tantalum.[12] Kesimpulan tersebut kemudian dibantah pada tahun 1846 oleh kimiawan Jerman Heinrich Rose. Dia berpendapat bahwa terdapat dua unsur berbeda dalam sampel tantalit dan menamainya berdasarkan nama anak-anak Tantalos: niobium (yang berasal dari nama Niobe) dan pelopium (yang berasal dari Pelops).[13][14] Kebingungan ini muncul karena perbedaan yang diamati antara tantalum dan niobium sangat kecil. Unsur-unsur baru yang diklaim saat itu, yaitu pelopium, ilmenium, dan dianium,[15] ternyata sebenarnya adalah niobium atau campuran niobium dan tantalum.[16]
Perbedaan antara tantalum dan niobium akhirnya dibuktikan secara tegas pada tahun 1864 oleh Christian W. Blomstrand[16] dan Henri E. S. C. Deville, serta oleh Louis J. Troost, yang menentukan rumus beberapa senyawanya pada tahun 1865.[16][17] Bukti tersebut kemudian diperkuat pada tahun 1866 oleh kimiawan Swiss Jean C. G. de Marignac.[18] Mereka semua membuktikan bahwa hanya terdapat dua unsur yang berbeda, yaitu niobium dan tantalum. Meskipun demikian, artikel mengenai ilmenium masih terus diterbitkan hingga tahun 1871.[19]
Christian W. Blomstrand merupakan orang pertama yang berhasil membuat logam niobium pada tahun 1866, dengan cara mereduksi niobium klorida melalui pemanasan dalam atmosfer hidrogen.[20] Meskipun de Marignac berhasil menghasilkan niobium yang bebas tantalum dalam jumlah lebih besar pada tahun 1866, baru pada awal abad ke-20 niobium digunakan dalam filamen lampu pijar, yang menjadi aplikasi komersial pertamanya.[17] Penggunaan tersebut segera ditinggalkan karena niobium digantikan oleh wolfram yang memiliki titik lebur lebih tinggi. Pada tahun 1920-an, ditemukan bahwa penambahan niobium dapat meningkatkan kekuatan baja, dan hingga sekarang aplikasi tersebut tetap menjadi penggunaan utama niobium.[17] Pada tahun 1961, fisikawan Amerika John E. Kunzler dan rekan-rekannya di Bell Labs menemukan bahwa niobium–timah tetap menunjukkan sifat superkonduktivitas ketika berada dalam medan listrik dan medan magnet yang kuat. Penemuan ini menjadikan niobium–timah sebagai material pertama yang mampu mempertahankan arus listrik dan medan magnet tinggi yang diperlukan untuk membuat magnet berdaya tinggi dan mesin listrik yang berguna. Penemuan tersebut memungkinkan, sekitar dua dekade kemudian, produksi kabel panjang dengan banyak untai yang dapat dililit menjadi kumparan untuk menghasilkan elektromagnet besar dan kuat. Elektromagnet ini digunakan dalam mesin berputar, akselerator partikel, dan detektor partikel.[21][22]
Penamaan
[sunting | sunting sumber]Kolumbium (Cb)[23] merupakan nama yang awalnya diberikan oleh Hatchett ketika dia menemukan logam tersebut pada tahun 1801.[7] Nama tersebut mencerminkan bahwa sampel acuan mineral berasal dari Amerika Serikat (Columbia).[24] Nama kolumbium tetap digunakan dalam jurnal-jurnal Amerika. Bahkan, artikel terakhir yang diterbitkan oleh Himpunan Kimia Amerika Serikat dengan kata kolumbium dalam judulnya berasal dari tahun 1953.[25] Sementara itu, nama niobium lebih banyak digunakan di Eropa. Untuk mengakhiri kebingungan tersebut, nama niobium dipilih untuk unsur nomor 41 pada Konferensi ke-15 Union of Chemistry di Amsterdam pada tahun 1949.[26] Setahun kemudian, nama tersebut secara resmi diadopsi oleh Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional (IUPAC) setelah sekitar 100 tahun kontroversi, meskipun nama kolumbium sebenarnya memiliki prioritas secara kronologis.[26] Keputusan ini dapat dianggap sebagai semacam kompromi.[26] IUPAC menerima nama tungsten, bukan wolfram, sebagai penghormatan terhadap penggunaan istilah tersebut di Amerika Utara; dan menerima niobium, bukan kolumbium, sebagai penghormatan terhadap penggunaan istilah tersebut di Eropa. Saat ini, banyak organisasi kimia dan lembaga pemerintah di Amerika Serikat biasanya menggunakan nama resmi IUPAC, yaitu niobium. Namun, sebagian ahli metalurgi dan organisasi yang bergerak di bidang logam masih menggunakan nama asli Amerika, yaitu kolumbium.[27][28][29][30][kutipan berlebihan]
Karakteristik
[sunting | sunting sumber]Sifat fisik
[sunting | sunting sumber]Niobium adalah logam berkilau, berwarna abu-abu, ulet, dan paramagnetik yang berada dalam golongan 5 tabel periodik (lihat tabel), dengan konfigurasi elektron pada kulit terluarnya yang tidak lazim untuk unsur-unsur golongan 5. Konfigurasi yang sama-sama tidak lazim juga ditemukan pada unsur-unsur di sekitar rutenium (44) dan rodium (45).[31]
| Z | Unsur | Jumlah kulit/elektron |
|---|---|---|
| 23 | vanadium | 2, 8, 11, 2 |
| 41 | niobium | 2, 8, 18, 12, 1 |
| 73 | tantalum | 2, 8, 18, 32, 11, 2 |
| 105 | dubnium | 2, 8, 18, 32, 32, 11, 2 |
Meskipun niobium diperkirakan memiliki struktur kubus berpusat-badan dari suhu nol mutlak hingga titik leburnya, pengukuran beresolusi tinggi terhadap pemuaian termal sepanjang ketiga sumbu kristalografi menunjukkan adanya anisotropi yang tidak sesuai dengan struktur kubus.[32][33] Oleh karena itu, penelitian dan penemuan lebih lanjut mengenai hal ini masih diharapkan.
Niobium menjadi superkonduktor pada suhu kriogenik. Pada tekanan atmosfer, niobium memiliki suhu kritis tertinggi di antara unsur-unsur yang bersifat superkonduktor, yaitu 9,2 K (−263,95 °C; −443,11 °F). Niobium juga memiliki kedalaman penetrasi magnetik terbesar dibandingkan unsur lainnya.[34] Selain itu, niobium merupakan salah satu dari tiga unsur yang merupakan superkonduktor tipe II, bersama dengan vanadium dan teknesium. Sifat superkonduktornya sangat bergantung pada kemurnian logam niobium.[35]
Jika sangat murni, niobium relatif lunak dan ulet, tetapi keberadaan pengotor membuatnya menjadi lebih keras.[36]
Logam ini memiliki penampang lintang penangkapan neutron yang rendah untuk neutron termal. Oleh karena itu, niobium digunakan dalam industri nuklir, khususnya pada aplikasi yang membutuhkan struktur yang dapat ditembus atau dilewati oleh neutron.[37][38]
Sifat kimia
[sunting | sunting sumber]Logam niobium akan memiliki semburat kebiruan ketika terpapar udara pada suhu kamar dalam waktu yang lama.[39] Meskipun memiliki titik lebur yang tinggi dalam bentuk unsurnya (2.468 °C (4.474 °F)), niobium memiliki massa jenis yang lebih rendah dibandingkan logam refraktori lainnya. Selain itu, niobium tahan terhadap korosi, memiliki sifat superkonduktor, dan dapat membentuk lapisan oksida dielektrik.[40]
Niobium sedikit kurang elektropositif dan lebih kompak dibandingkan unsur yang berada tepat sebelumnya dalam tabel periodik, yaitu zirkonium. Sementara itu, ukuran atom niobium hampir sama dengan atom tantalum yang lebih berat. Hal ini merupakan akibat dari kontraksi lantanida.[36] Akibatnya, sifat kimia niobium sangat mirip dengan sifat kimia tantalum, yang berada tepat di bawah niobium dalam tabel periodik.[17] Meskipun ketahanan terhadap korosi niobium tidak sebaik tantalum, harganya yang lebih rendah dan ketersediaannya yang lebih besar membuat niobium menarik untuk digunakan dalam aplikasi yang tidak terlalu menuntut, seperti sebagai pelapis bagian dalam wadah atau bak pada pabrik kimia.[36]
Isotop
[sunting | sunting sumber]Hampir seluruh niobium yang terdapat di kerak Bumi berupa satu isotop stabil, yaitu 93Nb. Radioisotop yang paling stabil adalah 92Nb, dengan waktu paruh 34,7 juta tahun. 92Nb, bersama isotop berikutnya yang paling stabil, yaitu 94Nb (waktu paruh 20.400 tahun), telah terdeteksi dalam sampel niobium terestrial yang telah dimurnikan dan kemungkinan berasal dari penembakan oleh muon sinar kosmik di kerak Bumi.[41] Isotop yang lebih ringan daripada 93Nb yang stabil cenderung mengalami peluruhan β+, sedangkan isotop yang lebih berat cenderung mengalami peluruhan β−. Emisi proton yang tertunda oleh peluruhan β+ telah diamati pada isotop dengan massa hingga 84Nb.[butuh rujukan]
Keadaan isomerik yang paling stabil dari suatu isotop niobium adalah 93mNb dengan waktu paruh 16,12 yr. Produk fisi berumur panjang 93Zr meluruh, terutama melalui isomer ini, menjadi niobium yang stabil.[butuh rujukan]
Keterjadian
[sunting | sunting sumber]Niobium diperkirakan merupakan unsur paling melimpah ke-33 di kerak Bumi, dengan kelimpahan sekitar 20 ppm.[42] Namun, beberapa ilmuwan berpendapat bahwa kelimpahan niobium di Bumi sebenarnya jauh lebih besar dan bahwa massa jenisnya yang tinggi menyebabkan unsur ini terkonsentrasi di inti Bumi.[28] Niobium dalam bentuk unsur bebas tidak ditemukan di alam. Sebaliknya, niobium terdapat dalam kombinasi dengan unsur-unsur lain dalam berbagai mineral.[36] Mineral yang mengandung niobium sering kali juga mengandung tantalum. Contohnya adalah ferokolumbit ((Fe,Mn)Nb2O6) dan koltan ((Fe,Mn)(Ta,Nb)2O6).[43] Mineral kolumbit–tantalit (dengan jenis yang paling umum adalah kolumbit-(Fe) dan tantalit-(Fe)[44][45][46]) biasanya ditemukan sebagai mineral aksesori dalam intrusi pegmatit dan batuan intrusif alkali. Yang lebih jarang adalah niobat kalsium, uranium, torium, dan unsur tanah jarang. Contoh mineral niobat tersebut adalah piroklor ((Na,Ca)2Nb2O6(OH,F))[47] dan euksenit ((Y,Ca,Ce,U,Th)(Nb,Ta,Ti)2O6). Endapan niobium dalam jumlah besar ditemukan berasosiasi dengan karbonatit, yaitu batuan beku yang kaya karbonat dan silikat, serta sebagai komponen dalam piroklor.[48][49]
Tiga endapan piroklor terbesar yang saat ini ditambang, dua di Brasil dan satu di Kanada, ditemukan pada tahun 1950-an dan hingga kini masih menjadi penghasil utama konsentrat mineral niobium.[17] Endapan terbesar berada di dalam intrusi karbonatit di Araxá, negara bagian Minas Gerais, Brasil. Tambang ini dimiliki oleh CBMM (Companhia Brasileira de Metalurgia e Mineração). Endapan aktif lainnya di Brasil terletak di dekat Catalão, negara bagian Goiás, dan dimiliki oleh China Molybdenum. Endapan tersebut juga berada di dalam intrusi karbonatit.[50] Secara bersama-sama, kedua tambang Brasil tersebut menghasilkan sekitar 88% pasokan niobium dunia.[51] Brasil juga memiliki endapan besar yang hingga kini belum dieksploitasi di dekat São Gabriel da Cachoeira, negara bagian Amazonas, serta beberapa endapan yang lebih kecil, terutama di negara bagian Roraima.[51][52]
Produsen niobium terbesar ketiga adalah tambang Niobec di Saint-Honoré, Quebec, Kanada. Tambang ini merupakan endapan yang berada dalam karbonatit dan dimiliki oleh Magris Resources.[53] Tambang tersebut menghasilkan sekitar 7–10% pasokan niobium dunia.[50][51]
Produksi
[sunting | sunting sumber]
Setelah dipisahkan dari mineral-mineral lainnya, diperoleh oksida campuran tantalum (Ta2O5) dan niobium (Nb2O5). Tahap pertama dalam proses pengolahan adalah mereaksikan oksida tersebut dengan asam fluorida:[43]
- Ta2O5 + 14 HF → 2 H2TaF7 + 5 H2O
- Nb2O5 + 10 HF → 2 H2NbOF5 + 3 H2O
Proses pemisahan pertama dalam skala industri, yang dikembangkan oleh kimiawan Swiss Jean C. G. de Marignac, memanfaatkan perbedaan kelarutan senyawa kompleks niobium dan tantalum fluorida, yaitu dikalium oksipentafluoroniobat monohidrat (K2NbOF5·H2O) dan dikalium heptafluorotantalat (K2TaF7) dalam air. Proses yang lebih baru menggunakan ekstraksi cair fluorida dari larutan berair dengan pelarut organik seperti sikloheksanon.[43] Kompleks niobium dan tantalum fluorida diekstraksi secara terpisah dari pelarut organik menggunakan air, kemudian diendapkan dengan penambahan kalium fluorida untuk menghasilkan kompleks kalium fluorida, atau diendapkan dengan amonia sebagai pentoksida:[54]
- H2NbOF5 + 2 KF → K2NbOF5↓ + 2 HF
Diikuti oleh:
- 2 H2NbOF5 + 10 NH4OH → Nb2O5↓ + 10 NH4F + 7 H2O
Beberapa metode digunakan untuk mereduksi niobium menjadi logam. Salah satunya adalah elektrolisis campuran cair K2NbOF5 dan natrium klorida; metode lainnya adalah reduksi fluorida menggunakan natrium. Dengan metode ini, dapat diperoleh niobium dengan tingkat kemurnian yang relatif tinggi. Dalam produksi skala besar, Nb2O5 direduksi menggunakan hidrogen atau karbon.[54] Dalam reaksi aluminotermik, campuran besi oksida dan niobium oksida direaksikan dengan aluminium:
- 3 Nb2O5 + Fe2O3 + 12 Al → 6 Nb + 2 Fe + 6 Al2O3
Sejumlah kecil oksidator, seperti natrium nitrat, ditambahkan untuk meningkatkan reaksi. Hasilnya adalah aluminium oksida dan feroniobium, yaitu paduan besi dan niobium yang digunakan dalam produksi baja.[55][56] Feroniobium mengandung sekitar 60–70% niobium.[50] Tanpa besi oksida, proses aluminotermik digunakan untuk menghasilkan niobium. Pemurnian lebih lanjut diperlukan untuk mencapai tingkat kemurnian yang sesuai untuk pembuatan paduan superkonduktor. Peleburan sinar elektron dalam kondisi vakum merupakan metode yang digunakan oleh dua distributor niobium terbesar.[57][58]
Hingga 2013[update], CBMM dari Brasil menguasai sekitar 85% produksi niobium dunia.[59] Survei Geologi Amerika Serikat memperkirakan bahwa produksi meningkat dari 38.700 ton pada tahun 2005 menjadi 44.500 ton pada tahun 2006.[60][61] Sumber daya niobium dunia diperkirakan mencapai 4,4 juta ton.[61] Selama periode sepuluh tahun antara 1995 dan 2005, produksi meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 17.800 ton pada 1995.[62] Antara 2009 dan 2011, produksi stabil pada sekitar 63.000 ton per tahun,[63] kemudian sedikit menurun pada 2012 menjadi sekitar 50.000 ton per tahun.[64]
| Dunia | ||||||||
| 2000 | 30000 | 2290 | 160 | 35 | 28 | ? | ? | 32600 |
| 2001 | 22000 | 3200 | 230 | 30 | 120 | ? | 50 | 25600 |
| 2002 | 26000 | 3410 | 290 | 30 | 76 | 5 | 50 | 29900 |
| 2003 | 29000 | 3280 | 230 | 190 | 22 | 34 | 13 | 32800 |
| 2004 | 29900 | 3400 | 200 | 170 | 63 | 130 | 52 | 34000 |
| 2005 | 35000 | 3310 | 200 | 40 | 63 | 34 | 25 | 38700 |
| 2006 | 40000 | 4167 | 200 | 35 | 80 | 29 | ? | 44500 |
| 2007 | 57300 | 3020 | ? | ? | ? | ? | ? | 60400 |
| 2008 | 58000 | 4380 | ? | ? | ? | ? | ? | 62900 |
| 2009 | 58000 | 4330 | ? | ? | ? | 4 | ? | 62900 |
| 2010 | 58000 | 4420 | ? | ? | ? | 10 | ? | 62900 |
| 2011 | 58000 | 4630 | ? | ? | ? | 29 | ? | 63000 |
| 2012 | 63000 | 5000 | ? | ? | ? | 30 | ? | 50100 |
| 2013 | 53100 | 5260 | ? | ? | ? | 20 | ? | 59400 |
| 2014 | 53000 | 5000 | ? | ? | ? | ? | ? | 59000 |
| 2015 | 58000 | 5750 | ? | 29 | ? | ? | ? | 64300 |
| 2016 | 57000 | 6100 | ? | 104 | ? | ? | ? | 63900 |
| 2017 | 60700 | 6980 | ? | 122 | ? | ? | ? | 69100 |
| 2018 | 59000 | 7700 | ? | 181 | ? | ? | ? | 68200 |
| 2019 | 88900 | 6800 | ? | 150 | ? | ? | ? | 97000 |
| 2020 | 59800 | 6500 | ? | ? | ? | ? | ? | 67700 |
Dalam jumlah yang lebih kecil, niobium juga ditemukan di Deposit Kanyika, Malawi (Tambang Kanyika).
Senyawa
[sunting | sunting sumber]Dalam banyak hal, niobium memiliki kemiripan dengan tantalum dan zirkonium. Niobium bereaksi dengan sebagian besar unsur nonlogam pada suhu tinggi; dengan fluorin pada suhu kamar; dengan klorin pada suhu 150 °C (302 °F) dan hidrogen pada suhu 200 °C (392 °F); serta dengan nitrogen pada suhu 400 °C (752 °F). Produk yang dihasilkan sering kali bersifat interstisial dan nonstoikiometrik.[36] Logam niobium mulai mengalami oksidasi di udara pada suhu 200 °C (392 °F).[54] Niobium tahan terhadap korosi oleh asam, termasuk air raja, asam klorida, asam sulfat, asam nitrat, dan asam fosfat.[36] Namun, niobium dapat diserang oleh asam sulfat pekat panas, asam fluorida, serta campuran asam fluorida dan asam nitrat. Niobium juga dapat diserang oleh larutan hidroksida logam alkali yang panas dan jenuh.[68]
Meskipun niobium memiliki semua bilangan oksidasi formal dari +5 hingga −1, senyawa yang paling umum memiliki niobium dalam bilangan oksidasi +5.[36] Secara khas, senyawa dengan bilangan oksidasi kurang dari +5 menunjukkan adanya ikatan Nb–Nb. Dalam larutan berair, niobium hanya menunjukkan bilangan oksidasi +5. Niobium juga mudah mengalami hidrolisis dan hampir tidak larut dalam larutan encer asam klorida, asam sulfat, asam nitrat, dan asam fosfat karena terjadi pengendapan oksida Nb terhidrasi.[57] Nb(V) juga sedikit larut dalam media basa karena terbentuknya spesi polikosoniobat yang larut.[69][70]
Oksida, niobat, dan sulfida
[sunting | sunting sumber]Niobium membentuk oksida dengan bilangan oksidasi +5 (Nb2O5),[71] +4 (NbO2), dan bilangan oksidasi yang lebih jarang, yaitu +2 (NbO).[72] Yang paling umum adalah niobium pentoksida, yang merupakan bahan awal untuk hampir semua senyawa dan paduan niobium.[54][73] Niobat dapat dihasilkan dengan melarutkan niobium pentoksida dalam larutan hidroksida basa atau dengan meleburkannya bersama oksida logam alkali. Contohnya adalah litium niobat (LiNbO3) dan lantanum niobat (LaNbO4). Litium niobat memiliki struktur yang menyerupai perovskit dan mengalami distorsi trigonal, sedangkan lantanum niobat mengandung ion NbO3−4 tunggal.[54] Senyawa niobium sulfida (NbS2) berlapis juga telah diketahui.[36]
Beberapa material dapat dilapisi dengan lapisan tipis niobium(V) oksida melalui proses pengendapan uap kimia atau pengendapan lapisan atom. Lapisan tersebut dapat dihasilkan melalui dekomposisi termal niobium(V) etoksida pada suhu di atas 350 °C (662 °F).[74][75]
Halida
[sunting | sunting sumber]

Niobium membentuk halida dengan bilangan oksidasi +5 dan +4, serta berbagai senyawa substoikiometri.[54][57] Niobium pentahalida (NbX5) memiliki pusat atom Nb dengan struktur oktahedral. Niobium pentafluorida (NbF5) merupakan padatan berwarna putih dengan titik lebur 79 °C (174 °F), sedangkan niobium pentaklorida (NbCl5) berwarna kuning (lihat gambar di sebelah kanan) dengan titik lebur 203,4 °C (398,1 °F). Keduanya mengalami hidrolisis menghasilkan oksida dan oksihalida, seperti NbOCl3. Pentaklorida merupakan pereaksi serbaguna yang digunakan untuk menghasilkan senyawa organologam, seperti niobosena diklorida ((C5H5)2NbCl2).[76] Niobium tetrahalida (NbX4) merupakan polimer berwarna gelap dengan ikatan Nb-Nb; contohnya adalah niobium tetrafluorida (NbF4) berwarna hitam[77] dan niobium tetraklorida (NbCl4) berwarna ungu tua.[78]
Senyawa halida anionik niobium telah banyak diketahui, sebagian karena sifat keasaman Lewis dari pentahalida. Senyawa yang paling penting adalah [NbF7]2−, yang merupakan zat antara dalam proses pemisahan Nb dan Ta dari bijihnya.[43] Heptafluorida ini cenderung lebih mudah membentuk oksopentafluorida dibandingkan dengan senyawa tantalum. Kompleks halida lainnya antara lain [NbCl6]− yang memiliki struktur oktahedral:
- Nb2Cl10 + 2 Cl− → 2 [NbCl6]−
Seperti halnya logam lain dengan nomor atom rendah, terdapat berbagai ion kluster halida tereduksi. Contoh utamanya adalah [Nb6Cl18]4−.[79]
Nitrida dan karbida
[sunting | sunting sumber]Senyawa biner niobium lainnya antara lain niobium nitrida (NbN), yang menjadi superkonduktor pada suhu rendah dan digunakan dalam detektor untuk mendeteksi cahaya inframerah.[80] Niobium karbida yang utama adalah NbC, yaitu bahan keramik yang sangat keras dan tahan terhadap suhu tinggi. Secara komersial, NbC digunakan untuk mata pahat pada alat pemotong.[81]
Aplikasi
[sunting | sunting sumber]
Dari 44.500 ton (44.500.000 kg) niobium yang ditambang pada tahun 2006, diperkirakan sekitar 90% digunakan untuk produksi baja struktural berkualitas tinggi. Aplikasi terbesar kedua adalah dalam paduan super.[82] Superkonduktor dan komponen elektronik paduan niobium hanya menyumbang bagian yang sangat kecil dari produksi niobium dunia.[82]
Produksi baja
[sunting | sunting sumber]Niobium merupakan unsur paduan mikro yang efektif untuk baja. Di dalam baja, niobium membentuk niobium karbida dan niobium nitrida.[28] Senyawa-senyawa ini membantu memperhalus ukuran butir serta menghambat rekristalisasi dan pengerasan presipitasi. Efek tersebut pada akhirnya meningkatkan ketangguhan, kekuatan, kemampuan pembentukan, dan kemampuan las baja.[28] Dalam baja nirkarat paduan mikro, kandungan niobium biasanya kecil, yaitu kurang dari 0,1%,[83] tetapi penambahannya sangat penting pada baja paduan rendah berkekuatan tinggi yang banyak digunakan sebagai material struktural pada kendaraan modern.[28] Niobium terkadang digunakan dalam jumlah yang jauh lebih tinggi untuk komponen mesin dan pisau yang membutuhkan ketahanan aus sangat tinggi, bahkan mencapai 3% pada baja nirkarat Crucible CPM S110V.[84]
Paduan niobium yang sama juga sering digunakan dalam konstruksi jaringan pipa.[85][86]
Paduan super
[sunting | sunting sumber]Niobium digunakan dalam berbagai paduan super berbasis nikel, kobalt, dan besi, dengan proporsi hingga 6,5%.[83] Paduan ini digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti komponen mesin jet, turbin gas, subrakitan roket, sistem turbocharger, peralatan tahan panas, dan peralatan pembakaran. Niobium membentuk fase pengerasan γ'' melalui presipitasi di dalam struktur butir paduan super.[87]
Salah satu contoh paduan super adalah Inconel 718, yang terdiri dari sekitar 50% nikel, 18,6% kromium, 18,5% besi, 5% niobium, 3,1% molibdenum, 0,9% titanium, dan 0,4% aluminium.[88][89]
Paduan super tersebut digunakan, misalnya, dalam sistem rangka pesawat canggih untuk Program Gemini. Paduan niobium lainnya[butuh klarifikasi][90] digunakan untuk nosel Apollo Service Module. Karena niobium mengalami oksidasi pada suhu di atas 400 °C, diperlukan lapisan pelindung dalam aplikasi tersebut untuk mencegah paduan menjadi rapuh.[91]
Paduan berbasis niobium
[sunting | sunting sumber]
Paduan C-103 dikembangkan pada awal tahun 1960-an melalui kerja sama antara Wah Chang Corporation dan Boeing Co. DuPont, Union Carbide Corp., General Electric Co. serta beberapa perusahaan lainnya juga secara bersamaan mengembangkan paduan niobium, terutama didorong oleh Perang Dingin dan Perlombaan Antariksa. Paduan ini terdiri dari 89% niobium, 10% hafnium, dan 1% titanium, serta digunakan untuk nosel pendorong roket berbahan bakar cair, seperti pada mesin pendaratan Apollo Lunar Module.[91]
Reaktivitas niobium terhadap oksigen mengharuskannya diproses dalam ruang hampa atau atmosfer lengai, yang secara signifikan meningkatkan biaya dan kesulitan produksinya. Proses peleburan ulang busur vakum (VAR) dan peleburan sinar elektron (EBM), yang pada saat itu merupakan teknologi baru, memungkinkan pengembangan niobium dan logam reaktif lainnya. Proyek yang menghasilkan C-103 dimulai pada tahun 1959 dengan sebanyak 256 paduan niobium eksperimental dalam "seri C", yang dapat dilebur menjadi button dan kemudian digulung menjadi lembaran. Wah Chang Corporation memiliki persediaan hafnium yang dimurnikan dari paduan zirkonium berkualitas nuklir dan ingin memanfaatkannya secara komersial. Komposisi eksperimental ke-103 dari seri C, yaitu Nb-10Hf-1Ti, memiliki kombinasi terbaik antara kemampuan pembentukan dan sifat pada temperatur tinggi. Wah Chang memproduksi 500 pon (230 kg) pertama C-103 pada tahun 1961, dari batangan hingga menjadi lembaran, menggunakan proses EBM dan VAR. Aplikasi yang direncanakan saat itu mencakup mesin turbin dan penukar panas logam cair. Paduan niobium pesaing pada era tersebut antara lain FS85 dari Fansteel Metallurgical Corp., Cb129Y dari Wah Chang dan Boeing, Cb752 dari Union Carbide, serta Nb1Zr dari Superior Tube Co.[91]

Nosel mesin Merlin Vacuum yang dikembangkan oleh SpaceX untuk tahap atas roket Falcon 9 terbuat dari paduan niobium C-103.[92][93]
Paduan super berbasis niobium digunakan untuk membuat komponen sistem rudal hipersonik.[94]
Magnet superkonduktor
[sunting | sunting sumber]Paduan niobium–germanium (Nb3Ge), niobium–timah (Nb3Sn), serta niobium–titanium digunakan sebagai kawat superkonduktor tipe II untuk magnet superkonduktor.[95][96] Magnet superkonduktor ini digunakan dalam instrumen pencitraan resonansi magnetik (MRI) dan resonansi magnet inti (NMR), serta pada akselerator partikel.[97] Sebagai contoh, Penumbuk Hadron Raksasa menggunakan 600 ton pendek (540.000 kg) untaian kawat superkonduktor, sedangkan Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional diperkirakan menggunakan 600 ton panjang (610.000 kg) untaian Nb3Sn dan 250 ton panjang (250.000 kg) untaian NbTi.[98] Pada tahun 1992 saja, sistem MRI klinis senilai lebih dari 1 miliar dolar AS dibuat menggunakan kawat niobium–titanium.[21]
Superkonduktor lainnya
[sunting | sunting sumber]Rongga frekuensi radio superkonduktor (SRF) yang digunakan pada laser bebas elektron FLASH (yang merupakan hasil dari proyek akselerator linear TESLA yang dibatalkan) dan XFEL terbuat dari niobium murni.[99] Tim kriomodul di Fermilab menggunakan teknologi SRF yang sama dari proyek FLASH untuk mengembangkan rongga SRF sembilan sel dengan frekuensi 13 GHz yang terbuat dari niobium murni. Rongga-rongga tersebut akan digunakan dalam akselerator partikel linear sepanjang 30-kilometer (19 mi) dari Penumbuk Linear Internasional.[100] Teknologi yang sama juga akan digunakan pada LCLS-II di Laboratorium Pemercepat Nasional SLAC dan PIP-II di Fermilab.[101]
Bolometer niobium nitrida superkonduktor memiliki sensitivitas yang sangat tinggi sehingga menjadikannya detektor ideal untuk radiasi elektromagnetik pada pita frekuensi THz. Detektor ini telah diuji di Teleskop Submilimeter Heinrich Hertz, Teleskop Kutub Selatan, Teleskop Laboratorium Penerima, dan Eksperimen Perintis Atacama (APEX). Saat ini, detektor tersebut digunakan dalam instrumen HIFI yang berada di Observatorium Antariksa Herschel.[102]
Kegunaan lainnya
[sunting | sunting sumber]Elektrokeramik
[sunting | sunting sumber]Litium niobat, yang merupakan material feroelektrik, banyak digunakan pada telepon seluler dan modulator optik, serta untuk pembuatan perangkat gelombang akustik permukaan. Material ini termasuk dalam kelompok feroelektrik berstruktur perovskit (ABO3), seperti litium tantalat dan barium titanat.[103] Kapasitor niobium tersedia sebagai alternatif untuk kapasitor tantalum,[104] tetapi kapasitor tantalum masih lebih banyak digunakan.[butuh rujukan] Niobium ditambahkan ke kaca untuk memperoleh indeks bias yang lebih tinggi, sehingga memungkinkan pembuatan lensa korektif kacamata yang lebih tipis dan ringan.[105]
Aplikasi hipoalergenik: kedokteran dan perhiasan
[sunting | sunting sumber]Niobium dan beberapa paduannya bersifat inert secara fisiologis dan hipoalergenik. Karena alasan ini, niobium digunakan dalam prostesis dan perangkat implan, seperti alat pacu jantung.[106] Niobium yang diberi perlakuan dengan natrium hidroksida membentuk lapisan berpori yang membantu oseointegrasi.[107]
Seperti titanium, tantalum, dan aluminium, niobium dapat dipanaskan dan kemudian dianodisasi untuk menghasilkan berbagai macam warna berkilau/warna-warni (iridesensi) pada perhiasan. Sifat hipoalergeniknya sangat diinginkan untuk penggunaan tersebut.[108][109][110]
Numismatika
[sunting | sunting sumber]Niobium digunakan sebagai logam mulia dalam koin peringatan, sering kali dipadukan dengan perak atau emas. Sebagai contoh, Austria mulai memproduksi seri koin euro (€) niobium–perak pada tahun 2003. Warna pada koin-koin ini dihasilkan oleh difraksi cahaya pada lapisan tipis oksida hasil anodisasi.[111] Pada tahun 2012, tersedia sepuluh jenis koin yang menampilkan beragam warna pada bagian tengahnya, seperti biru, hijau, cokelat, lembayung, ungu, dan kuning. Dua contoh lainnya adalah koin peringatan €25 Austria tahun 2004 untuk memperingati 150 tahun Jalur Kereta Api Alpen Semmering,[112] serta koin peringatan €25 Austria tahun 2006 untuk memperingati Navigasi Satelit Eropa.[113] Percetakan uang Austria juga memproduksi seri koin serupa untuk Latvia mulai tahun 2004,[114] dengan satu seri lanjutan pada tahun 2007.[115] Pada tahun 2011, Royal Canadian Mint mulai memproduksi koin senilai $5 yang terbuat dari perak sterling dan niobium bernama Hunter's Moon. Pada koin tersebut, niobium dioksidasi secara selektif, sehingga menghasilkan tampilan akhir yang unik dan membuat tidak ada dua koin yang benar-benar identik.[116]
Lainnya
[sunting | sunting sumber]Segel tabung busur pada lampu uap natrium bertekanan tinggi terbuat dari niobium, terkadang dipadukan dengan 1% zirkonium. Niobium memiliki koefisien muai termal yang sangat mirip dengan keramik alumina sinter pada tabung busur. Alumina merupakan material tembus pandang yang tahan terhadap serangan kimia maupun reduksi oleh natrium cair panas dan uap natrium yang terdapat di dalam lampu saat beroperasi.[117][118][119]
Niobium digunakan pada batang las busur untuk beberapa jenis baja nirkarat yang distabilkan,[120][121][butuh sumber yang lebih baik] serta pada anoda untuk sistem proteksi katodik pada beberapa tangki air. Anoda tersebut biasanya kemudian dilapisi dengan platina.[122][123]
Niobium digunakan untuk membuat kawat bertegangan tinggi pada modul penerima partikel korona matahari pada Parker Solar Probe.[124]
Niobium merupakan salah satu komponen pigmen kuning anorganik yang tahan terhadap cahaya dan stabil secara kimia, dengan nama dagang NTP Yellow. Pigmen ini merupakan niobium belerang timah seng oksida, suatu senyawa berstruktur piroklor, yang diproduksi melalui kalsinasi pada suhu tinggi. Pigmen ini juga dikenal sebagai Pigment Yellow 227, yang umumnya ditulis sebagai PY 227 atau PY227.[125]
Niobium digunakan dalam industri energi atom karena memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi dan korosi, serta stabil terhadap radiasi.[126] Dalam reaktor nuklir, niobium digunakan pada berbagai komponen seperti batang bahan bakar dan inti reaktor.[127][128]
Paduan nikel–niobium digunakan dalam industri dirgantara, minyak dan gas, serta konstruksi. Paduan ini digunakan untuk berbagai komponen mesin jet, turbin gas darat, serta elemen pada jembatan dan gedung bertingkat tinggi.[129][130]
Pencegahan
[sunting | sunting sumber]| Bahaya |
|---|
Niobium tidak memiliki peran biologis yang diketahui. Meskipun debu niobium dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit serta berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran, niobium elemental dalam jumlah besar secara fisiologis bersifat lengai (sehingga bersifat hipoalergenik) dan tidak berbahaya. Niobium sering digunakan dalam perhiasan dan telah diuji untuk digunakan dalam beberapa implan medis.[131][132]
Paparan jangka pendek maupun jangka panjang terhadap niobat dan niobium klorida, yaitu dua bahan kimia yang larut dalam air, telah diuji pada tikus. Tikus yang diberi satu kali suntikan niobium pentaklorida atau niobat menunjukkan median dosis letal (LD50) antara 10–100 mg/kg.[133][134][135] Untuk pemberian secara oral, toksisitasnya lebih rendah; sebuah penelitian pada tikus menunjukkan nilai LD50 setelah tujuh hari sebesar 940 mg/kg.[133]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ (Indonesia) "Niobium". KBBI Daring. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
- ↑ Samsonov, G. V. (1968). "Mechanical Properties of the Elements". Dalam G.V. Samsonov (ed.). Handbook of the Physicochemical Properties of the Elements. New York, US: IFI-Plenum. hlm. 387–446. doi:10.1007/978-1-4684-6066-7_7. ISBN 978-1-4684-6066-7.
- ↑ Knapp, Brian (2002). Francium to Polonium. Atlantic Europe Publishing Company. hlm. 40. ISBN 0-7172-5677-4.
- ↑ "The Effect of Niobium Addition in Welding". www.samaterials.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Helmenstine, Anne (27 Desember 2023). "Niobium Facts - Element Nb or Atomic Number 41". Science Notes and Projects (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Hatchett, Charles (1802). "An analysis of a mineral substance from North America, containing a metal hitherto unknown". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 92: 49–66. doi:10.1098/rspl.1800.0045. JSTOR 107114. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Mei 2016. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 Hatchett, Charles (1802), "Outline of the Properties and Habitudes of the Metallic Substance, lately discovered by Charles Hatchett, Esq. and by him denominated Columbium", Journal of Natural Philosophy, Chemistry, and the Arts, I (Januari): 32–34, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Desember 2019, diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Hatchett, Charles (1802). "Eigenschaften und chemisches Verhalten des von Charles Hatchett entdeckten neuen Metalls, Columbium" [Sifat-sifat dan perilaku kimia logam baru, kolumbium, yang ditemukan oleh Charles Hatchett]. Annalen der Physik (dalam bahasa Jerman). 11 (5): 120–122. Bibcode:1802AnP....11..120H. doi:10.1002/andp.18020110507. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Mei 2016. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 Noyes, William Albert (1918). A Textbook of Chemistry. H. Holt & Co. hlm. 523. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Juni 2022. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Percival, James (Januari 1853). "Middletown Silver and Lead Mines". Journal of Silver and Lead Mining Operations. 1: 186. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juni 2013. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Griffith, William P.; Morris, Peter J. T. (2003). "Charles Hatchett FRS (1765–1847), Chemist and Discoverer of Niobium". Notes and Records of the Royal Society of London. 57 (3): 299–316. doi:10.1098/rsnr.2003.0216. JSTOR 3557720. S2CID 144857368.
- 1 2 Wollaston, William Hyde (1809). "On the Identity of Columbium and Tantalum". Philosophical Transactions of the Royal Society. 99: 246–252. doi:10.1098/rstl.1809.0017. JSTOR 107264. S2CID 110567235.
- ↑ Rose, Heinrich (1844). "Ueber die Zusammensetzung der Tantalite und ein im Tantalite von Baiern enthaltenes neues Metall". Annalen der Physik (dalam bahasa Jerman). 139 (10): 317–341. Bibcode:1844AnP...139..317R. doi:10.1002/andp.18441391006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Juni 2013. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Rose, Heinrich (1847). "Ueber die Säure im Columbit von Nordamérika". Annalen der Physik (dalam bahasa Jerman). 146 (4): 572–577. Bibcode:1847AnP...146..572R. doi:10.1002/andp.18471460410. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Mei 2014. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Kobell, V. (1860). "Ueber eine eigenthümliche Säure, Diansäure, in der Gruppe der Tantal- und Niob- verbindungen". Journal für Praktische Chemie. 79 (1): 291–303. doi:10.1002/prac.18600790145. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Oktober 2019. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 3 Marignac, Blomstrand; Deville, H.; Troost, L.; Hermann, R. (1866). "Tantalsäure, Niobsäure, (Ilmensäure) und Titansäure". Fresenius' Journal of Analytical Chemistry. 5 (1): 384–389. doi:10.1007/BF01302537. S2CID 97246260.
- 1 2 3 4 5 Gupta, C. K.; Suri, A. K. (1994). Extractive Metallurgy of Niobium. CRC Press. hlm. 1–16. ISBN 978-0-8493-6071-8.
- ↑ Marignac, M. C. (1866). "Recherches sur les combinaisons du niobium". Annales de chimie et de physique (dalam bahasa Prancis). 4 (8): 7–75. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Desember 2013. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Hermann, R. (1871). "Fortgesetzte Untersuchungen über die Verbindungen von Ilmenium und Niobium, sowie über die Zusammensetzung der Niobmineralien (Further research about the compounds of ilmenium and niobium, as well as the composition of niobium minerals)". Journal für Praktische Chemie (dalam bahasa Jerman). 3 (1): 373–427. doi:10.1002/prac.18710030137. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Oktober 2019. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ "Niobium". Universidade de Coimbra. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Desember 2007. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 Geballe, Theodore H. (Oktober 1993). "Superconductivity: From Physics to Technology". Physics Today. 46 (10): 52–56. Bibcode:1993PhT....46j..52G. doi:10.1063/1.881384.
- ↑ Matthias, B. T.; Geballe, T. H.; Geller, S.; Corenzwit, E. (1954). "Superconductivity of Nb3Sn". Physical Review. 95 (6): 1435. Bibcode:1954PhRv...95.1435M. doi:10.1103/PhysRev.95.1435.
- ↑ Kòrösy, F. (1939). "Reaction of Tantalum, Columbium and Vanadium with Iodine". Journal of the American Chemical Society. 61 (4): 838–843. Bibcode:1939JAChS..61..838K. doi:10.1021/ja01873a018.
- ↑ Nicholson, William, ed. (1809), The British Encyclopedia: Or, Dictionary of Arts and Sciences, Comprising an Accurate and Popular View of the Present Improved State of Human Knowledge, vol. 2, Longman, Hurst, Rees, and Orme, hlm. 284, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Desember 2019, diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Ikenberry, L.; Martin, J. L.; Boyer, W. J. (1953). "Photometric Determination of Columbium, Tungsten, and Tantalum in Stainless Steels". Analytical Chemistry. 25 (9): 1340–1344. Bibcode:1953AnaCh..25.1340I. doi:10.1021/ac60081a011.
- 1 2 3 Rayner-Canham, Geoff; Zheng, Zheng (2008). "Naming elements after scientists: an account of a controversy". Foundations of Chemistry. 10 (1): 13–18. doi:10.1007/s10698-007-9042-1. S2CID 96082444.
- ↑ Clarke, F. W. (1914). "Columbium Versus Niobium". Science. 39 (995): 139–140. Bibcode:1914Sci....39..139C. doi:10.1126/science.39.995.139. JSTOR 1640945. PMID 17780662. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Juni 2022. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 3 4 5 Patel, Zh.; Khul'ka K. (2001). "Niobium for Steelmaking". Metallurgist. 45 (11–12): 477–480. doi:10.1023/A:1014897029026. S2CID 137569464.
- ↑ Norman N., Greenwood (2003). "Vanadium to dubnium: from confusion through clarity to complexity". Catalysis Today. 78 (1–4): 5–11. doi:10.1016/S0920-5861(02)00318-8.
- ↑ "ASTM A572 / A572M-18, Standard Specification for High-Strength Low-Alloy Columbium-Vanadium Structural Steel". ASTM International, West Conshohocken. 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Agustus 2024. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Scerri, Eric R. (April 2019). "Five ideas in chemical education that must die". Foundations of Chemistry. 21 (1): 61–69. doi:10.1007/s10698-018-09327-y. ISSN 1386-4238.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Donohue, J. (1974). The Structures of the Elements. Wiley-Interscience.
- ↑ Bollinger, R. K.; White, B. D.; Neumeier, J. J.; Sandim, H. R. Z.; Suzuki, Y.; dos Santos, C. A. M.; Avci, R.; Migliori, A.; Betts, J. B. (2011). "Observation of a Martensitic Structural Distortion in V, Nb, and Ta". Physical Review Letters. 107 (7) 075503. Bibcode:2011PhRvL.107g5503B. doi:10.1103/PhysRevLett.107.075503. PMID 21902404.
- ↑ Peiniger, M.; Piel, H. (1985). "A Superconducting Nb3Sn Coated Multicell Accelerating Cavity". IEEE Transactions on Nuclear Science. 32 (5): 3610–3612. Bibcode:1985ITNS...32.3610P. doi:10.1109/TNS.1985.4334443. S2CID 23988671.
- ↑ Salles Moura, Hernane R.; Louremjo de Moura, Louremjo (2007). "Melting And Purification of Niobium". AIP Conference Proceedings. 927 (927): 165–178. Bibcode:2007AIPC..927..165M. doi:10.1063/1.2770689.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Nowak, Izabela; Ziolek, Maria (1999). "Niobium Compounds: Preparation, Characterization, and Application in Heterogeneous Catalysis". Chemical Reviews. 99 (12): 3603–3624. doi:10.1021/cr9800208. PMID 11849031.
- ↑ Jahnke, L. P.; Frank, R. G.; Redden, T. K. (1960). "Columbium Alloys Today". Metal Progr. 77 (6): 69–74. OSTI 4183692.
- ↑ Nikulina, A. V. (2003). "Zirconium-Niobium Alloys for Core Elements of Pressurized Water Reactors". Metal Science and Heat Treatment. 45 (7–8): 287–292. Bibcode:2003MSHT...45..287N. doi:10.1023/A:1027388503837. S2CID 134841512.
- ↑ Lide, David R. (2004). "The Elements". CRC Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 85). CRC Press. hlm. 4–21. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ Störmer, Heike (5 September 2003). "Microstructure Characterization of Nanoscale Dielectric Layers on Niobium". Microscopy and Microanalysis. 9 (S03): 238–239. Bibcode:2003MiMic...9S.238S. doi:10.1017/S1431927603022323.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Clayton, Donald D.; Morgan, John A. (1977). "Muon production of 92,94Nb in the Earth's crust". Nature. 266 (5604): 712–713. doi:10.1038/266712a0. S2CID 4292459.
- ↑ Emsley, John (2001). "Niobium". Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford, Inggris: Oxford University Press. hlm. 283–286. ISBN 978-0-19-850340-8.
- 1 2 3 4 Soisson, Donald J.; McLafferty, J. J.; Pierret, James A. (1961). "Staff-Industry Collaborative Report: Tantalum and Niobium". Industrial and Engineering Chemistry. 53 (11): 861–868. doi:10.1021/ie50623a016.
- ↑ "Columbite-(Fe): Mineral information, data and localities". www.mindat.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Maret 2017. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ "Tantalite-(Fe): Mineral information, data and localities". mindat.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2018. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "CNMNC". nrmima.nrm.se. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Agustus 2019. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ "Pyrochlore Group: Mineral information, data and localities". mindat.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juni 2018. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Lumpkin, Gregory R.; Ewing, Rodney C. (1995). "Geochemical alteration of pyrochlore group minerals: Pyrochlore subgroup" (PDF). American Mineralogist. 80 (7–8): 732–743. Bibcode:1995AmMin..80..732L. doi:10.2138/am-1995-7-810. S2CID 201657534. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 17 Desember 2008. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ "Euxenite-(Y): Mineral information, data and localities". www.mindat.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Oktober 2018. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 3 Kouptsidis, J.; Peters, F.; Proch, D.; Singer, W. "Niob für TESLA" (PDF) (dalam bahasa Jerman). Deutsches Elektronen-Synchrotron DESY. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 Desember 2008. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 3 Alvarenga, Darlan (9 April 2013). "'Monopólio' brasileiro do nióbio gera cobiça mundial, controvérsia e mitos" [‘Monopoli’ niobium Brasil memicu keserakahan dunia, kontroversi, dan mitos]. G1 (dalam bahasa Portugis). São Paulo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Mei 2016. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Siqueira-Gay, Juliana; Sánchez, Luis E. (2020). "Keep the Amazon niobium in the ground". Environmental Science & Policy. 111: 1–6. Bibcode:2020ESPol.111....1S. doi:10.1016/j.envsci.2020.05.012. ISSN 1462-9011. S2CID 219469278.
- ↑ "Magris Resources, officially owner of Niobec" (Rilis pers). Niobec. 23 Januari 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Juni 2016. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 3 4 5 6 Holleman, Arnold F.; Wiberg, Egon; Wiberg, Nils (1985). "Niob". Lehrbuch der Anorganischen Chemie (dalam bahasa Jerman) (Edisi 91–100). Walter de Gruyter. hlm. 1075–1079. ISBN 978-3-11-007511-3.
- ↑ Tither, Geoffrey (2001). Minerals, Metals and Materials Society (ed.). Progress in Niobium Markets and Technology 1981–2001 (PDF). Niobium 2001 Limited. ISBN 978-0-9712068-0-9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 Desember 2008.
- ↑ Dufresne, Claude; Goyette, Ghislain (2001). Minerals, Metals and Materials Society (ed.). The Production of Ferroniobium at the Niobec mine 1981–2001 (PDF). Niobium 2001 Limited. ISBN 978-0-9712068-0-9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 Desember 2008.
- 1 2 3 Agulyansky, Anatoly (2004). The Chemistry of Tantalum and Niobium Fluoride Compounds. Elsevier. hlm. 1–11. ISBN 978-0-444-51604-6.
- ↑ Choudhury, Alok; Hengsberger, Eckart (1992). "Electron Beam Melting and Refining of Metals and Alloys". The Iron and Steel Institute of Japan International. 32 (5): 673–681. Bibcode:1992ISIJI..32..673C. doi:10.2355/isijinternational.32.673.
- ↑ Lucchesi, Cristane; Cuadros, Alex (April 2013), "Mineral Wealth", Bloomberg Markets (paper), hlm. 14
{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Papp, John F. "Niobium (Columbium)" (PDF). USGS 2006 Commodity Summary. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 17 Desember 2008. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 Papp, John F. "Niobium (Columbium)" (PDF). USGS 2007 Commodity Summary. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 5 Agustus 2017. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Papp, John F. "Niobium (Columbium)" (PDF). USGS 1997 Commodity Summary. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 11 Januari 2019. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Niobium (Colombium) Diarsipkan 8 Juli 2012 di Wayback Machine. Survei Geologi Amerika Serikat, Mineral Commodity Summaries, Januari 2011.
- ↑ Niobium (Colombium) Diarsipkan 6 Maret 2016 di Wayback Machine. Survei Geologi Amerika Serikat, Mineral Commodity Summaries, Januari 2016.
- ↑ Cunningham, Larry D. (5 April 2012). "USGS Minerals Information: Niobium (Columbium) and Tantalum". Minerals.usgs.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Januari 2013. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Niobium (Columbium) and Tantalum Statistics and Information | U.S. Geological Survey". Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2019. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ "Nigeria: Production volume of niobium". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Desember 2021. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Khorsheed, Kardos Musheer; Tahir, Tara Fuad; Qader, Aryan Fathulla; Omer, Rebaz Anwar; Rashid, Rzgar Faruq (1 November 2025). "Niobium in electrochemical technologies: advancing sensing and battery applications". Reviews in Inorganic Chemistry. 45 (4): 907–919. doi:10.1515/revic-2024-0128. ISSN 2191-0227.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Deblonde, Gauthier J. -P.; Chagnes, Alexandre; Bélair, Sarah; Cote, Gérard (1 Juli 2015). "Solubility of niobium(V) and tantalum(V) under mild alkaline conditions". Hydrometallurgy. 156: 99–106. Bibcode:2015HydMe.156...99D. doi:10.1016/j.hydromet.2015.05.015. ISSN 0304-386X.
- ↑ Nyman, May (2 Agustus 2011). "Polyoxoniobate chemistry in the 21st century". Dalton Transactions. 40 (32): 8049–8058. Bibcode:2011DTr....40.8049N. doi:10.1039/C1DT10435G. ISSN 1477-9234. PMID 21670824.
- ↑ Pubchem. "Niobium oxide | Nb2O5 – PubChem". pubchem.ncbi.nlm.nih.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Agustus 2016. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- ↑ Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-3365-4
{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) - ↑ Cardarelli, Francois (2008). Materials Handbook. Springer London. ISBN 978-1-84628-668-1.
- ↑ Rahtu, Antti (2002). Atomic Layer Deposition of High Permittivity Oxides: Film Growth and In Situ Studies (Tesis). Universitas Helsinki. hdl:10138/21065. ISBN 952-10-0646-3.
- ↑ Maruyama, Toshiro (1994). "Electrochromic Properties of Niobium Oxide Thin Films Prepared by Chemical Vapor Deposition". Journal of the Electrochemical Society. 141 (10): 2868–2871. Bibcode:1994JElS..141.2868M. doi:10.1149/1.2059247.
- ↑ Lucas, C. R.; Labinger, J. A.; Schwartz, J. (1990). "Dichlorobis(η 5 -Cyclopentadienyl) Niobium(IV)". Dalam Robert J. Angelici (ed.). Inorganic Syntheses. Vol. 28. New York: John Wiley & Sons. hlm. 267–270. doi:10.1002/9780470132593.ch68. ISBN 978-0-471-52619-3.
- ↑ Gortsema, F. P.; Didchenko, R. (Februari 1965). "The Preparation and Properties of Niobium Tetrafluoride and Oxyfluorides". Inorganic Chemistry. 4 (2): 182–186. doi:10.1021/ic50024a012. ISSN 0020-1669.
- ↑ Stirling, V.M. (1992). Macintyre, J.E.; Daniel, F.M. (ed.). Dictionary of Inorganic Compounds (Edisi 1). Cleveland, OH: CRC Press. hlm. 2957. ISBN 978-0-412-30120-9.
- ↑ Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-3365-4
{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) - ↑ Verevkin, A.; Pearlman, A.; Slstrokysz, W.; Zhang, J.; et al. (2004). "Ultrafast superconducting single-photon detectors for near-infrared-wavelength quantum communications". Journal of Modern Optics. 51 (12): 1447–1458. doi:10.1080/09500340410001670866.
- ↑ "Applications of Niobium Carbide Powder in Cemented Carbide". www.samaterials.com. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
- 1 2 Papp, John F. "Niobium (Columbium ) and Tantalum" (PDF). USGS 2006 Minerals Yearbook. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 22 November 2017. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Heisterkamp, Friedrich; Carneiro, Tadeu (2001). Minerals, Metals and Materials Society (ed.). Niobium: Future Possibilities – Technology and the Market Place (PDF). Niobium 2001 Limited. ISBN 978-0-9712068-0-9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 Desember 2008.
- ↑ "Datasheet CPM S110V" (PDF). Crucible Industries LLC. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 29 Maret 2017. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Eggert, Peter; Priem, Joachim; Wettig, Eberhard (1982). "Niobium: a steel additive with a future". Economic Bulletin. 19 (9): 8–11. doi:10.1007/BF02227064. S2CID 153775645.
- ↑ Hillenbrand, Hans-Georg; Gräf, Michael; Kalwa, Christoph (2 Mei 2001). "Development and Production of High Strength Pipeline Steels" (PDF). Niobium Science & Technology: Proceedings of the International Symposium Niobium 2001 (Orlando, Florida, USA). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 5 Juni 2015.
- ↑ Donachie, Matthew J. (2002). Superalloys: A Technical Guide. ASM International. hlm. 29–30. ISBN 978-0-87170-749-9.
- ↑ Bhadeshia, H. k. d. h. "Nickel Based Superalloys". University of Cambridge. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Agustus 2006. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Pottlacher, G.; Hosaeus, H.; Wilthan, B.; Kaschnitz, E.; Seifter, A. (2002). "Thermophysikalische Eigenschaften von festem und flüssigem Inconel 718". Thermochimica Acta (dalam bahasa Jerman). 382 (1––2): 55–267. Bibcode:2002TcAc..382..255P. doi:10.1016/S0040-6031(01)00751-1.
- ↑ Boyce, Clay (1 November 2009). "Aerojet - AJ10-137 Apollo Service Module Engine". Remembering the Giants: Apollo Rocket Propulsion Development (dalam bahasa Inggris).
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 Hebda, John (2 Mei 2001). "Niobium alloys and high Temperature Applications" (PDF). Niobium Science & Technology: Proceedings of the International Symposium Niobium 2001 (Orlando, Florida, USA). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 Desember 2008.
- ↑ Dinardi, Aaron; Capozzoli, Peter; Shotwell, Gwynne (2008). Low-cost Launch Opportunities Provided by the Falcon Family of Launch Vehicles (PDF). Fourth Asian Space Conference. Taipei. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 15 Maret 2012.
- ↑ Jackiewicz, Karolina (21 Juli 2021). "'To boldly go where no man has gone before…', the alloy that has made space travel possible". Lipmann Walton & Co. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Torres, Guido L.; López, Laura Delgado; Berg, Ryan C.; Ziemer, Henry (4 Maret 2024). "Hypersonic Hegemony: Niobium and the Western Hemisphere's Role in the U.S.-China Power Struggle". CSIS. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Lindenhovius, J.L.H.; Hornsveld, E. M.; Den Ouden, A.; Wessel, W. A. J.; et al. (2000). "Powder-in-tube (PIT) Nb/sub 3/Sn conductors for high-field magnets" (PDF). IEEE Transactions on Applied Superconductivity. 10 (1): 975–978. Bibcode:2000ITAS...10..975L. doi:10.1109/77.828394. S2CID 26260700. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 September 2023. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Nave, Carl R. "Superconducting Magnets". Georgia State University, Department of Physics and Astronomy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Desember 2008. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Glowacki, B. A.; Yan, X. -Y.; Fray, D.; Chen, G.; Majoros, M.; Shi, Y. (2002). "Niobium based intermetallics as a source of high-current/high magnetic field superconductors". Physica C: Superconductivity. 372–376 (3): 1315–1320. arXiv:cond-mat/0109088. Bibcode:2002PhyC..372.1315G. doi:10.1016/S0921-4534(02)01018-3. S2CID 118990555.
- ↑ Grunblatt, G.; Mocaer, P.; Verwaerde Ch.; Kohler, C. (2005). "A success story: LHC cable production at ALSTOM-MSA". Fusion Engineering and Design (Proceedings of the 23rd Symposium of Fusion Technology). 75–79 (2): 3516. Bibcode:2005ITAS...15.3516M. doi:10.1016/j.fusengdes.2005.06.216. S2CID 41810761.
- ↑ Lilje, L.; Kako, E.; Kostin, D.; Matheisen, A.; et al. (2004). "Achievement of 35 MV/m in the superconducting nine-cell cavities for TESLA". Nuclear Instruments and Methods in Physics Research Section A: Accelerators, Spectrometers, Detectors and Associated Equipment. 524 (1–3): 1–12. arXiv:physics/0401141. Bibcode:2004NIMPA.524....1L. doi:10.1016/j.nima.2004.01.045. S2CID 2141809.
- ↑ The International Linear Collider Technical Design Report 2013. International Linear Collider. 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 September 2015. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "ILC-type cryomodule makes the grade". CERN Courier. IOP Publishing. 27 November 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Maret 2016. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cherednichenko, Sergey; Drakinskiy, Vladimir; Berg, Therese; Khosropanah, Pourya; et al. (2008). "A Hot-electron bolometer terahertz mixers for the Herschel Space Observatory". Review of Scientific Instruments. 79 (3): 0345011–03451010. Bibcode:2008RScI...79c4501C. doi:10.1063/1.2890099. PMID 18377032.
- ↑ Volk, Tatyana; Wohlecke, Manfred (2008). Lithium Niobate: Defects, Photorefraction and Ferroelectric Switching. Springer. hlm. 1–9. ISBN 978-3-540-70765-3.
- ↑ Pozdeev, Y. (1991). "Reliability comparison of tantalum and niobium solid electrolytic capacitors". Quality and Reliability Engineering International. 14 (2): 79–82. doi:10.1002/(SICI)1099-1638(199803/04)14:2<79::AID-QRE163>3.0.CO;2-Y.
- ↑ Acharya, Madhulima (28 November 2017). "Niobium Facts, Symbol, Discovery, Properties, Uses". Chemistry Learner. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Mallela, Venkateswara Sarma; Ilankumaran, V.; Srinivasa Rao, N. (1 Januari 2004). "Trends in Cardiac Pacemaker Batteries". Indian Pacing Electrophysiol J. 4 (4): 201–212. PMC 1502062. PMID 16943934.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Godley, Reut; Starosvetsky, David; Gotman, Irena (2004). "Bonelike apatite formation on niobium metal treated in aqueous NaOH". Journal of Materials Science: Materials in Medicine. 15 (10): 1073–1077. doi:10.1023/B:JMSM.0000046388.07961.81. PMID 15516867. S2CID 44988090.
- ↑ Biason Gomes, M. A.; Onofre, S.; Juanto, S.; Bulhões, L. O. de S. (1991). "Anodization of niobium in sulphuric acid media". Journal of Applied Electrochemistry. 21 (11): 1023–1026. doi:10.1007/BF01077589. S2CID 95285286.
- ↑ Chiou, Y. L. (1971). "A note on the thicknesses of anodized niobium oxide films". Thin Solid Films. 8 (4): R37–R39. Bibcode:1971TSF.....8R..37C. doi:10.1016/0040-6090(71)90027-7.
- ↑ Azevedo, C. R. F.; Spera, G.; Silva, A. P. (2002). "Characterization of metallic piercings that caused adverse reactions during use". Journal of Failure Analysis and Prevention. 2 (4): 47–53. doi:10.1361/152981502770351860.
- ↑ Grill, Robert; Gnadenberge, Alfred (2006). "Niobium as mint metal: Production–properties–processing". International Journal of Refractory Metals and Hard Materials. 24 (4): 275–282. doi:10.1016/j.ijrmhm.2005.10.008.
- ↑ "25 Euro – 150 Years Semmering Alpine Railway (2004)". Austrian Mint. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Juli 2011. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ "150 Jahre Semmeringbahn" (dalam bahasa Jerman). Austrian Mint. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Juli 2011. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ "Neraža – mēs nevarējām atrast meklēto lapu!" (dalam bahasa Latvia). Bank of Latvia. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2008. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ "Neraža – mēs nevarējām atrast meklēto lapu!" (dalam bahasa Latvia). Bank of Latvia. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Mei 2009. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ "$5 Sterling Silver and Niobium Coin – Hunter's Moon (2011)". Royal Canadian Mint. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2014. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Henderson, Stanley Thomas; Marsden, Alfred Michael; Hewitt, Harry (1972). Lamps and Lighting. Edward Arnold Press. hlm. 244–245. ISBN 978-0-7131-3267-0.
- ↑ Eichelbrönner, G. (1998). "Refractory metals: crucial components for light sources". International Journal of Refractory Metals and Hard Materials. 16 (1): 5–11. doi:10.1016/S0263-4368(98)00009-2.
- ↑ Michaluk, Christopher A.; Huber, Louis E.; Ford, Robert B. (2001). Minerals, Metals and Materials Society (ed.). Niobium and Niobium 1% Zirconium for High Pressure Sodium (HPS) Discharge Lamps. Niobium 2001 Limited. ISBN 978-0-9712068-0-9.
- ↑ US patent 5254836, Okada, Yuuji; Kobayashi, Toshihiko; Sasabe, Hiroshi; Aoki, Yoshimitsu; Nishizawa, Makoto; Endo, Shunji, "Method of arc welding with a ferrite stainless steel welding rod", dikeluarkan tanggal 19 Oktober 1993
- ↑ "Element Facts: Niobium (Columbium)". ThoughtCo (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 14 Januari 2026. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Moavenzadeh, Fred (14 Maret 1990). Concise Encyclopedia of Building and Construction Materials. MIT Press. hlm. 157–. ISBN 978-0-262-13248-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juni 2013. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Cardarelli, François (9 Januari 2008). Materials handbook: a concise desktop reference. Springer. hlm. 352–. ISBN 978-1-84628-668-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juni 2013. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Dr. Tony Case (24 Agustus 2018). Scientist Interview: Dr. Tony Case (Parker Solar Probe). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 November 2021. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
{{cite AV media}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The Color of Art Pigment Database – Pigment Yellow – PY". artiscreation. 2024. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
- ↑ Shen, Zhipeng; Wang, Tao (2024). "Irradiation resistance of a novel multi-component Nb alloy at elevated temperature". Materials Characterization. 214 114102. doi:10.1016/j.matchar.2024.114102.
- ↑ "10 Important Uses of Niobium". Advanced Refractory Metals. 2 April 2020. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sathers, D.; Flanigan, J. (2022). "Niobium rod quality and its impact on the production of Nb3Sn strand for the Divertor Tokamak Test Facility toroidal coils". IOP Conference Series: Materials Science and Engineering. 1241 012017. doi:10.1088/1757-899X/1241/1/012017.
- ↑ Schmitz, Sophia (28 April 2025). "Nickel Niobium Market Expected to Reach $2.5 Billion by 2034 as Demand Rises in Aerospace and Automotive Sectors". Metals Wire. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Smith, G. D.; Patel, S. J. (2005). "The role of niobium in wrought precipitation-hardened nickel-base alloys" (PDF). The Minerals, Metals & Materials Society. hlm. 135–154. doi:10.7449/2005/Superalloys_2005_135_154. ISBN 978-0-87339-602-8.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ Vilaplana, J.; Romaguera, C.; Grimalt, F.; Cornellana, F. (1990). "New trends in the use of metals in jewellery". Contact Dermatitis. 25 (3): 145–148. doi:10.1111/j.1600-0536.1991.tb01819.x. PMID 1782765. S2CID 30201028.
- ↑ Vilaplana, J.; Romaguera, C. (1998). "New developments in jewellery and dental materials". Contact Dermatitis. 39 (2): 55–57. doi:10.1111/j.1600-0536.1998.tb05832.x. PMID 9746182. S2CID 34271011.
- 1 2 Haley, Thomas J.; Komesu, N.; Raymond, K. (1962). "Pharmacology and toxicology of niobium chloride". Toxicology and Applied Pharmacology. 4 (3): 385–392. Bibcode:1962ToxAP...4..385H. doi:10.1016/0041-008X(62)90048-0. PMID 13903824.
- ↑ Downs, William L.; Scott, James K.; Yuile, Charles L.; Caruso, Frank S.; et al. (1965). "The Toxicity of Niobium Salts". American Industrial Hygiene Association Journal. 26 (4): 337–346. doi:10.1080/00028896509342740. PMID 5854670.
- ↑ Schroeder, Henry A.; Mitchener, Marian; Nason, Alexis P. (1970). "Zirconium, Niobium, Antimony, Vanadium and Lead in Rats: Life term studies" (PDF). Journal of Nutrition. 100 (1): 59–68. doi:10.1093/jn/100.1.59. PMID 5412131. S2CID 4444415. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 19 Februari 2020.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Tantalum-Niobium International Study Center
- (Inggris) Niobium untuk akselerator partikel, misalnya ILC, 2005
- (Inggris) . Encyclopædia Britannica. Vol. XVII (Edisi 9). 1884. hlm. 513.
- (Inggris)
. New International Encyclopedia. 1905. - (Inggris)
. Encyclopædia Britannica (Edisi 11). 1911. - (Inggris) Niobium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
| (besar) | |||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | ||||||||||||||||
| 1 | H | He | |||||||||||||||||||||||||||||||
| 2 | Li | Be | B | C | N | O | F | Ne | |||||||||||||||||||||||||
| 3 | Na | Mg | Al | Si | P | S | Cl | Ar | |||||||||||||||||||||||||
| 4 | K | Ca | Sc | Ti | V | Cr | Mn | Fe | Co | Ni | Cu | Zn | Ga | Ge | As | Se | Br | Kr | |||||||||||||||
| 5 | Rb | Sr | Y | Zr | Nb | Mo | Tc | Ru | Rh | Pd | Ag | Cd | In | Sn | Sb | Te | I | Xe | |||||||||||||||
| 6 | Cs | Ba | La | Ce | Pr | Nd | Pm | Sm | Eu | Gd | Tb | Dy | Ho | Er | Tm | Yb | Lu | Hf | Ta | W | Re | Os | Ir | Pt | Au | Hg | Tl | Pb | Bi | Po | At | Rn | |
| 7 | Fr | Ra | Ac | Th | Pa | U | Np | Pu | Am | Cm | Bk | Cf | Es | Fm | Md | No | Lr | Rf | Db | Sg | Bh | Hs | Mt | Ds | Rg | Cn | Nh | Fl | Mc | Lv | Ts | Og | |
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
- Kutipan berlebihan
- Artikel yang ditandai dengan tag kutipan berlebihan Agustus 2026
- Artikel yang mungkin berisi pernyataan yang sudah kedaluwarsa dari tahun 2013
- Artikel yang kekurangan referensi yang dapat diandalkan Agustus 2026
- Niobium
- Unsur kimia
- Logam dan paduan koin
- Logam tahan api
- Logam transisi
- Mineral unsur asli
- Niobe
- Unsur kimia dengan struktur kubus berpusat-badan
